BERITAALTERNATIF.COM – Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Timur periode 2026–2031, Prof. Aswin, mengatakan arah kerja kepengurusan baru akan ditentukan melalui pembahasan bersama antar-presidium.
Dia menyebut Musyawarah Wilayah (Muswil) telah menghasilkan program kerja. Namun, program tersebut masih akan dibahas kembali di internal presidium sebelum diturunkan kepada kepengurusan MW KAHMI.
“Ada program kerja. Program kerja itu kita telah A, nanti KAHMI akan merapatkan itu di antara presidium dulu, baru diturunkan kepada pengurusan Majelis Wilayah,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (28/9/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah usulan yang muncul dalam Muswil. Salah satunya berkaitan dengan persoalan halal dan label halal yang dinilai dapat menjadi salah satu perhatian KAHMI ke depan.
Namun, ia menegaskan belum ada satu fokus yang ditetapkan secara sepihak. Keputusan organisasi harus melalui mekanisme kolektif-kolegial.
“Saya kira kita masih dalam proses untuk menyusun apa yang menjadi fokus nantinya. Karena tidak bisa juga satu orang menentukan. Itu harus bersama-sama, namanya kolektif-kolegial,” katanya.
Aswin menjelaskan, meskipun terdapat koordinator presidium yang menjalankan keputusan organisasi, keputusan tetap ditetapkan melalui pembahasan bersama.
“Hanya mungkin nanti yang menjadi korpres yang menjalankan pada saatnya. Tetapi semua keputusan itu semua ditetapkan melalui keputusan bersama,” tuturnya.
Dia kemudian berpesan agar para alumni HMI di Kaltim menjaga soliditas meskipun berada di bidang dan posisi yang berbeda.
Ia berpendapat, perbedaan profesi maupun lingkungan kerja bukan alasan untuk menghilangkan hubungan sebagai sesama alumni HMI.
“Kawan-kawan yang ada tetap solid agar kita bisa berperan dengan baik. Apa pun posisi kita, kita berada pada posisi kita masing-masing,” ujarnya.
Aswin mencontohkan alumni yang berprofesi sebagai dokter agar menjalankan profesinya dengan baik. Begitu pula alumni yang menjadi pengusaha maupun politisi.
“Kawan-kawan yang misalnya dokter, dia akan berperan menjadi dokter yang baik. Ada yang misalnya pengusaha, pengusaha yang baik. Politisi-politisi yang baik,” katanya.
Dia berharap para alumni dapat memberikan kontribusi melalui profesi dan posisi masing-masing, sembari tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan HMI.
“Dan tetap berpikirnya itu seperti dalam NDP. Takutnya hanya kepada Allah, jangan takut kepada manusia atau benda lain,” tuturnya.
Pesan serupa disampaikannya kepada kader HMI yang masih menjalani proses dan mencari jalan dalam kehidupan maupun karier.
Ia menegaskan, apabila terdapat kesempatan yang dapat dibantu, bantuan tersebut dapat diberikan. Namun, Aswin juga mendorong kader untuk menempuh peluang melalui mekanisme yang tersedia.
“Bagi adik-adik yang masih mencari jalan hidup, ini juga kalau ada kesempatan bisa dibantu, dibantu. Tapi kalau ada jalan yang bagus, bisa ditempuh dengan tes, dengan apa, paling tidak informasinya yang disampaikan,” katanya.
Dia juga mengajak alumni HMI di berbagai daerah di Kaltim untuk kembali membangun komunikasi dan saling terhubung.
Ia mencontohkan alumni yang berasal dari fakultas hukum dapat menghubungi sesama alumni di bidang tersebut. Hal yang sama berlaku bagi alumni dari bidang lain.
“Yang seperti ini penting untuk kita bisa saling menggalang kekuatan,” ujarnya.
Bagi Aswin, soliditas tersebut diperlukan agar alumni HMI dapat menjalankan peran masing-masing sekaligus tetap memiliki ruang untuk saling berkomunikasi. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











