BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa program pembangunan infrastruktur di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan tetap berjalan secara maraton, meskipun terjadi efisiensi anggaran dan pergantian kepemimpinan daerah. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, yang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan proyek strategis yang dampak positifnya dirasakan luas oleh masyarakat.
Joni menjelaskan bahwa program kerja utama PUPR telah termuat dalam Rencana Jangka Panjang Nasional (RJPN) yang diterbitkan oleh Bupati dan Wakil Bupati. “Namun untuk di PUPR sendiri tidak terlalu banyak perubahan karena memang infrastruktur ini kan sifatnya maraton, Mas. Maraton ya, jalan terus jalan terus,” ujarnya pada awak media baru-baru ini.
Pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus utama dan terus berlanjut mencakup bidang-bidang esensial. Ini termasuk proyek fisik seperti jalan dan jembatan yang bersifat berkelanjutan. Selain itu, PUPR juga memprioritaskan sarana dan prasarana dasar lainnya. “Kemudian sarana prasarana air bersih, kemudian tempat pembuangan air, kemudian sarana irigasi dan hasil, khusus untuk di infrastruktur sama saja,” tambah Joni pada awak media baru-baru ini.
Menanggapi adanya efisiensi anggaran, Joni memastikan hal tersebut tidak akan menghentikan proyek vital. “Ya, tentu saja memang karena infrastruktur ini merupakan proyek strategis yang bisa apa? Dampaknya dirasakan oleh masyarakat sampai ke sangat banyak,” tegasnya. Oleh karena itu, pemerintah tetap menitikberatkan pada sektor ini. “Artinya kita pemerintah menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur. Jadi mesti kami itu jadi efisiensi. Ya, infrastruktur tetap akan dilaksanakan,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














