Search

Perlawanan Palestina kepada Netanyahu: Gaza Tidak akan Pernah Dikuasai Tel Aviv

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas ucapan Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, terkait rencana pendudukan Gaza. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip kantor berita Palestina Shehab, kelompok-kelompok perlawanan Palestina dalam pernyataannya menyebut bahwa ucapan Benjamin Netanyahu mengenai pendudukan penuh Gaza mencerminkan kegagalan politik dan militer memalukan musuh dalam mencapai tujuannya selama dua tahun perang, meski telah melakukan banyak kejahatan dan mendapat dukungan tanpa batas.

Mereka menegaskan bahwa ancaman pendudukan penuh Gaza menunjukkan niat musuh untuk melanjutkan genosida di Gaza, sekaligus menjadi upaya putus asa untuk memaksa rakyat Palestina dan perlawanan mereka menyerah. Namun, tujuan itu tidak akan tercapai tanpa biaya besar, dan seperti biasa, medan pertempuranlah yang akan menjadi penentu.

Kelompok perlawanan Palestina menambahkan bahwa Gaza bukan sekadar wilayah kosong yang menunggu diisi, melainkan tanah yang telah dibasahi darah para syuhada dan pejuang. Setiap upaya untuk menduduki Gaza secara langsung akan menjadi rawa baru yang akan membakar siapa pun yang mencoba masuk ke dalamnya. Perlawanan pun akan memasuki tahap perlawanan yang lebih keras dan menyakitkan bagi musuh.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Netanyahu mencoba menutupi kekalahannya dengan memasarkan ilusi-ilusinya sendiri. Mereka dengan tegas mengatakan kepada Netanyahu bahwa Gaza tidak akan pernah diperintah oleh Tel Aviv ataupun oleh ibu kota asing mana pun, melainkan akan dikelola oleh kehendak rakyatnya yang teguh.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kelompok-kelompok perlawanan Palestina bersatu di medan tempur dan akan menggagalkan setiap rencana pendudukan Gaza seperti sebelumnya. Mereka juga menegaskan, jika musuh mengira bisa membebaskan tawanan mereka melalui operasi militer, itu hanyalah khayalan. Tawanan Zionis tidak akan pernah dibebaskan kecuali melalui negosiasi dan pembayaran harga mahal oleh rezim Zionis.

Netanyahu pada Senin malam, 4 Agustus 2025, mengumumkan keputusannya untuk menduduki penuh Jalur Gaza, termasuk melakukan operasi di wilayah tempat para sandera ditahan.

Namun, pada hari ini, dalam wawancara dengan sebuah saluran televisi India, Netanyahu mengklaim bahwa Tel Aviv tidak berniat menduduki Jalur Gaza, melainkan ingin menyerahkan pengendalian wilayah tersebut kepada pemerintahan transisi yang terdiri dari pasukan Arab.

Sementara itu, surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda serius yang menunjukkan Netanyahu benar-benar berniat menduduki penuh Gaza. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA