BERITAALTERNATIF.COM – Jalur Gaza kembali menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan pendudukan Israel dan kelompok perlawanan Palestina. Dalam pertempuran yang terjadi pada Selasa malam (3/6), satu tentara cadangan Israel dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam dua insiden terpisah yang terjadi di wilayah utara Gaza. Hal ini diumumkan secara resmi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Rabu (4/6).
Insiden pertama terjadi di lingkungan Shujaiya, Kota Gaza, ketika seorang pria bersenjata Palestina muncul dari sebuah gang dan melepaskan tembakan ke arah pasukan terjun payung Israel. Dalam serangan mendadak tersebut, seorang tentara dari Batalyon 6646 Brigade Pasukan Terjun Payung Cadangan 646 gugur. Sementara itu, satu tentara lainnya mengalami luka serius. Pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian setelah menyergap pasukan.
Sementara itu, dalam serangan terpisah di Jabalia, Gaza Utara, pejuang Hamas dilaporkan menggunakan drone untuk menjatuhkan bahan peledak atau granat ke arah pasukan Israel. Serangan udara ini menyebabkan dua anggota unit teknik tempur elit Yahalom terluka, dan seorang perwira dari badan keamanan Shin Bet mengalami luka ringan. Metode serangan yang kian canggih ini menunjukkan adaptasi taktik yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina terhadap kekuatan militer Israel yang jauh lebih besar secara teknologi.
Selain itu, pada hari Senin sebelumnya, tiga tentara Israel tewas dan dua lainnya luka-luka akibat ledakan bom pinggir jalan di Jabalia. Korban termasuk seorang komandan regu. Mereka merupakan bagian dari Batalyon Rotem Brigade Givati yang saat itu sedang mengawal kendaraan pemadam kebakaran militer. Menurut penyelidikan awal IDF, kendaraan tersebut tengah merespons insiden terbakarnya kendaraan pengangkut personel lapis baja akibat kerusakan teknis. Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan bagi militer Israel sejak mereka kembali menggempur Gaza pasca berakhirnya gencatan senjata dua bulan pada pertengahan Maret.
Kementerian Pertahanan Israel mencatat bahwa sejak dimulainya kembali operasi militer di Jalur Gaza, jumlah korban jiwa dari pihak Israel telah mencapai 425 orang. Angka ini mencakup tentara, petugas kepolisian, dan kontraktor sipil. Namun, kelompok perlawanan Palestina mengklaim bahwa jumlah korban dari pihak Israel jauh lebih tinggi dari data resmi.
Di sisi lain, Brigade Al-Quds, sayap militer dari Jihad Islam Palestina, merilis rekaman video pada Rabu yang memperlihatkan keberhasilan mereka dalam meledakkan kendaraan militer Israel di timur Kota Gaza. Video tersebut menunjukkan detail persiapan, penanaman, dan penyamaran alat peledak, serta momen saat kendaraan militer Israel melintasi lokasi dan meledak, menciptakan bola api besar yang mengindikasikan serangan langsung dan akurat terhadap target.
Rentetan serangan ini menegaskan bahwa kendati Israel mengklaim telah menguasai wilayah Shujaiya dan Jabalia, perlawanan sengit dari pejuang Palestina tetap berlangsung intens. Keberhasilan serangan darat dan udara oleh Hamas dan kelompok perlawanan lainnya membuktikan bahwa operasi militer Israel belum berhasil menumpas perlawanan, bahkan menghadapi tantangan yang semakin kompleks di lapangan. (*)
Sumber : Republika
Editor : M.Anshori












