BERITAALTERNATIF.COM – Kegiatan panen jagung serentak pada kuartal I tahun 2026 digelar di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (30/3/2026).
Acara berlangsung di pondok pertemuan kelompok tani mulai pukul 10.00 hingga 13.00 Wita, dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta pemangku kepentingan.
Kepala Desa Makarti, Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah berupaya menanam jagung di tengah berbagai keterbatasan.
Dia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, kelompok tani yang diketuai Jaharudin berhasil menjual hasil panen sebanyak 25 ton jagung.
“Ini capaian yang patut disyukuri. Semoga ke depan hasilnya semakin meningkat dan membawa berkah bagi para petani,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah kendala yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan bibit, kondisi jalan usaha tani, hingga minimnya fasilitas seperti mesin pemipil jagung.
Selain itu, persoalan utama yang menjadi perhatian adalah status lahan yang masih berada dalam kawasan perusahaan.
Para petani saat ini mengelola sekitar 25 hektare lahan eks tambang untuk ditanami jagung. Namun, status lahan yang belum bersertifikat membuat petani merasa tidak aman dalam mengelola pertanian mereka.
“Mereka berharap lahan eks tambang ini bisa disertifikatkan menjadi hak milik, sehingga para petani bisa lebih tenang dan maksimal dalam bertani,” tambahnya.
Kegiatan panen ini turut dihadiri oleh Camat Marangkayu Ambo Dalle, Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani, Danramil Marangkayu, para kepala desa sekitar, penyuluh pertanian lapangan yang dikoordinir oleh Suparjana, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, serta para petani setempat.
Dalam sambutannya, Camat Marangkayu Ambo Dalle menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Dia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan stakeholder sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan usaha tani, telah diajukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Kukar.
“Dengan infrastruktur jalan yang baik, proses tanam hingga distribusi hasil panen akan lebih mudah, efektif, dan efisien,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam membantu petani, khususnya dalam mempercepat pemasaran hasil panen.
“Kami akan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar hasil panen petani bisa segera terserap pasar. Selain itu, kami juga mendorong pengadaan mesin panen dan mesin pengering jagung agar produktivitas petani meningkat,” katanya.
Kegiatan panen jagung ini juga diisi dengan diskusi santai antara petani dan para pemangku kebijakan, membahas berbagai solusi untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayah tersebut.
Para petani tampak antusias dan berharap perhatian dari pemerintah dan stakeholder dapat terus berlanjut, terutama dalam menyelesaikan persoalan lahan dan penyediaan sarana pendukung pertanian. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin











