BERITAALTERNATIF.COM – Seorang juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini menyatakan bahwa Israel dan sekutunya tidak memiliki kemampuan untuk memulai perang baru melawan Iran. Karena itu, mereka hanya mengandalkan operasi psikologis.
“Musuh tidak bisa memulai perang baru, tapi mereka ingin membuat suasana negara tetap seolah berada dalam keadaan perang, penuh kekhawatiran dan ketegangan,” katanya pada Kamis (4/9/2025).
“Untuk tujuan itu, mereka menempuh operasi psikologis. Kami bukan pihak yang memulai perang, tapi kami juga tidak gentar. Kami sampaikan kepada rakyat Iran: jangan cemas. Jika perang benar-benar terjadi, kami yang memegang kendali, dan kami punya kekuatan penangkal yang akan membuat musuh menyesalinya,” lanjutnya.
Pernyataan ini muncul setelah perang 12 hari yang meletus pada 13 Juni, ketika Israel melancarkan agresi sepihak dengan membunuh komandan senior, ilmuwan nuklir, serta ratusan warga sipil. Amerika Serikat juga ikut serta dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran—sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Pada 24 Juni, Iran berhasil menghentikan agresi teroris itu melalui operasi balasan yang sukses terhadap Israel dan AS. Naeini menegaskan, doktrin keamanan Israel hancur selama perang.
Menurutnya, rezim tersebut salah perhitungan tentang kekuatan Iran dan menyangka rakyat Iran akan menyerah setelah serangan awal. “Rakyat memberikan jawaban yang menghantam musuh yang berkhayal,” tegasnya.
Naeini menambahkan, perang ini menunjukkan kekuatan persatuan bangsa Iran, kesiapan angkatan bersenjata, serta kepemimpinan negara yang efektif.
Dia menekankan bahwa Iran keluar dari perang 12 hari itu dalam keadaan lebih stabil, lebih kokoh, dan lebih kuat dari sebelumnya.
Saat ini, lanjutnya, musuh Iran beralih ke perang ekonomi dan psikologis sebagai balasan atas keteguhan rakyat Iran.
“Namun angkatan bersenjata kami sepenuhnya siap menghadapi ancaman dalam bentuk apa pun, dengan kemampuan jauh lebih besar daripada masa lalu,” sebutnya.
Menurut Naeini, perang ini juga menegaskan bahwa rakyat Iran memiliki pemahaman mendalam tentang ancaman dan tidak akan pernah mengorbankan identitas, persatuan, atau kepentingan nasional mereka dalam kondisi apa pun.
“Rezim Zionis dan Amerika Serikat sudah menghabiskan miliaran dolar untuk mengalahkan Revolusi Islam dan bangsa Iran, tapi mereka tidak berhasil sedikit pun,” tuturnya. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












