BERITAALTERNATIF.COM – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kukar Muhammad Idham menyoroti rendahnya pendapatan yang diterima guru swasta dan honorer, khususnya di jenjang PAUD hingga tingkat SMP.
Ia menegaskan bahwa insentif guru harus segera ditingkatkan demi kesejahteraan para tenaga pendidik.
“Kalau kita lihat ada guru PAUD yang gajinya cuma Rp 200 ribu, bahkan ada yang Rp 100 ribu. Itu kan sangat memprihatinkan,” ucap dia kepada awak media usai RDP bersama Forum Guru Swasta dan dinas-dinas terkait, Senin (21/7/2025)
Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami oleh para guru-guru swasta serta honorer di Kukar.
“Kalau swasta ya penekanan ke yayasan, tapi pemerintah juga jangan lepas tangan. Ini guru loh, yang mengajar anak-anak kita,” tegas Idham.
Dia mengatakan belum mengetahui secara pasti besaran insentif BOSDA untuk guru PAUD.
Meskipun demikian, Idham mencatat bahwa banyak guru PAUD yang berpenghasilan sangat rendah.
Ia menilai perlu ada penyetaraan serta peningkatan agar tidak terjadi kesenjangan yang terlalu jauh.
“Kita akan dorong pemerintah daerah agar memperhatikan ini. Jangan sampai guru-guru kita hidup dalam kondisi tidak layak,” katanya.
Idham menerangkan bahwa Komisi IV akan mengkaji kemungkinan perubahan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur besaran insentif guru.
“Kami akan konsultasikan dulu dengan Bupati. Targetnya, kalau pun tidak bisa di perubahan tahun ini, paling tidak tahun depan insentif bisa bertambah,” jelas dia.
Ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah daerah kepada para guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Kalau pendapatan guru masih seperti ini, bagaimana mereka bisa maksimal mengajar? Ini soal masa depan anak-anak Kukar juga,” pungkas Idham. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












