Search

Minim Dukungan CSR, Camat Kaliorang Desak Perusahaan Peduli Lingkungan

Camat Kaliorang, Rusmono. (Berita Alternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kecamatan Kaliorang dinilai masih minim.

Padahal, sejumlah perusahaan besar beroperasi di wilayah ini dan memiliki kewajiban moral untuk membantu pembangunan masyarakat sekitar.

Camat Kaliorang, Rusmono, menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya kontribusi CSR dari perusahaan yang beroperasi di daerahnya.

“Kalau dihitung, bantuan CSR yang masuk ke masyarakat masih sangat kecil,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Menurutnya, masyarakat sering kali berharap adanya dukungan dari perusahaan, baik berupa perbaikan jalan, bantuan pendidikan, maupun kegiatan sosial. Namun, realisasi di lapangan jauh dari harapan.

“Selama ini kalau pun ada, sifatnya hanya sesaat, tidak berkelanjutan,” katanya.

Ia mencontohkan, beberapa kali pihak perusahaan membantu bahan bangunan atau sembako, tapi tidak dalam bentuk program jangka panjang.

“Bantuan itu bagus, tapi masyarakat butuh program yang bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Padahal, lanjutnya, keberadaan perusahaan di Kaliorang turut memberi dampak terhadap lingkungan dan infrastruktur. “Truk-truk mereka lewat tiap hari, tapi jalan rusak tidak diperhatikan,” tegasnya.

Rusmono menilai, perusahaan seharusnya memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan kesejahteraan warga.

“Kita tidak anti perusahaan. Justru kita ingin mereka tumbuh bersama masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi antara pihak perusahaan dan pemerintah kecamatan harus diperkuat agar program CSR bisa tepat sasaran.

“Selama ini banyak yang jalan sendiri-sendiri, tidak koordinasi,” katanya.

Pemerintah kecamatan telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas sinergi program sosial, namun belum semua perusahaan menunjukkan komitmen serius.

“Masih ada yang datang hanya kalau dipanggil rapat, tapi tidak tindak lanjut,” ujarnya.

Rusmono berharap Pemkab Kutai Timur bisa membuat regulasi yang lebih tegas tentang kewajiban CSR, termasuk pelaporan dan evaluasi program. “Harus ada aturan jelas, biar tidak sekadar janji,” katanya.

Menurutnya, jika CSR dikelola dengan baik, banyak masalah masyarakat bisa terbantu. Dari pendidikan, jalan, sampai air bersih bisa dibantu perusahaan lewat CSR.

“Kaliorang ini punya potensi besar. Kalau perusahaan mau turun tangan, dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” pungkas Rusmono. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA