BERITAALTERNATIF – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir kembali menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sports tourism dengan menghadiri sekaligus melepas belasan ribu peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu pagi. Event lari tahunan ini mempertandingkan tiga kategori yakni Marathon, Half Marathon, dan 10K.
Dalam sambutannya, Erick menyapa para peserta dengan penuh semangat. Ia mengingatkan seluruh pelari untuk tetap menjaga kesehatan sepanjang lomba. Menurutnya, ajang maraton tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang merawat kesehatan dan meningkatkan gaya hidup aktif di tengah masyarakat.
Kepada para peserta, Erick menegaskan bahwa Kemenpora akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Borobudur Marathon yang selama ini menjadi ikon sport tourism Indonesia. Ia juga menyebut bahwa pemerintah pusat siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi untuk menjadikan ajang ini semakin prestisius dan mendunia.
Menpora menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Borobudur Marathon yang kini memasuki tahun kesembilan. Perkembangan event ini disebut sebagai pencapaian penting, terlebih menjelang satu dekade penyelenggaraan pada 2026. Tahun ini, jumlah negara peserta meningkat dari 26 menjadi 38 negara. Selain itu, status Borobudur Marathon juga naik ke kategori Elite Label, menempatkannya sejajar dengan berbagai ajang maraton kelas dunia.
Erick menilai tingginya antusiasme peserta yang mencapai lebih dari 11.500 pelari menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa olahraga merupakan salah satu cara yang efektif dalam pencegahan berbagai penyakit dan harus terus digalakkan secara nasional.
Dari sisi ekonomi, Erick menambahkan bahwa Borobudur Marathon memberikan dampak signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat. Perputaran uang pada penyelenggaraan tahun ini mencapai sekitar Rp74 miliar, terutama dari sektor penginapan dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Menpora memastikan bahwa Kemenpora akan terus mendorong event-event serupa agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan daerah.
Kemenpora juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas dan penyelenggara event olahraga untuk memperkuat ekosistem maraton nasional. Salah satu usulan yang tengah dikaji adalah pembentukan Indonesia Marathon Series, yang memungkinkan sejumlah event besar seperti Borobudur Marathon masuk dalam seri kejuaraan nasional.
Erick menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung penuh gagasan tersebut dan berkomitmen memperluas ajang-ajang olahraga agar dapat berkembang menjadi agenda internasional yang mampu mengharumkan nama Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Menpora Erick dan Kemenpora atas dukungan yang diberikan terhadap Borobudur Marathon 2025. Ia mengatakan bahwa ajang ini sudah menjadi bagian dari investasi jangka panjang Jawa Tengah, khususnya dalam sektor pariwisata yang terus bergerak naik seiring meningkatnya jumlah peserta mancanegara.
Gubernur Luthfi menilai Borobudur Marathon akan menjadi pemicu bagi event maraton lain di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ajang ini tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan, tetapi juga menggerakkan UMKM dan meningkatkan investasi daerah karena tingginya aktivitas pariwisata yang ditimbulkan. Ia optimistis bahwa Jawa Tengah mampu menjadi salah satu ikon maraton dunia.
Borobudur Marathon 2025 pun kembali menjadi bukti bahwa sektor olahraga, ekonomi kreatif, dan pariwisata dapat berjalan selaras dan saling menguatkan. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat, daerah, serta komunitas olahraga, ajang ini diharapkan mampu terus tumbuh menjadi event lari kelas dunia yang membanggakan Indonesia. (*)
Sumber: Kemenpora.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf












