Search

Marwan Ingatkan Alumni HMI: Jangan Hanya Pasang Nama di Kepengurusan

Presidium MW KAHMI Kaltim periode 2026–2031, Marwan. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Timur periode 2026–2031, Marwan, mengingatkan para alumni HMI yang masuk dalam kepengurusan agar tidak sekadar mencantumkan nama dalam struktur organisasi.

Dia menegaskan, keterlibatan dalam kepengurusan harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk membangun organisasi.

Ia menilai keikhlasan dalam berorganisasi salah satunya dapat ditunjukkan dengan kesediaan untuk benar-benar bekerja.

“Berbuat yang ikhlas. Itu yang paling penting. Eggak usah dipikirkan misalnya seberapa banyak yang bisa kita lakukan. Mari kita besarkan organisasi ini. Kita sama-sama membangunnya. Kita kerja dengan ikhlas,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (28/9/2026).

Marwan kemudian menyoroti pola keterlibatan alumni yang menurutnya terkadang hanya terlihat pada momentum tertentu, seperti Musyawarah Wilayah (Muswil) dan pelantikan.

“Salah satu bentuk keikhlasan itu adalah dengan kita tidak hanya pasang nama menjadi pengurus,” katanya.

Dia berharap banyaknya struktur dalam kepengurusan MW KAHMI Kaltim dapat diikuti dengan keterlibatan aktif para pengurus.

Ia meminta siapa pun yang masuk dalam struktur kepengurusan untuk menunjukkan kontribusinya, meskipun dimulai dari hal-hal sederhana.

“Enggak usah yang muluk-muluk. Kita mulai dari yang kecil-kecil. Siapa pun nanti yang masuk dalam struktur-struktur kepengurusan, kita bekerja,” tuturnya.

Bagi Marwan, alumni HMI memiliki posisi penting sebagai panutan bagi kader HMI yang masih menjalani proses kaderisasi dan berorganisasi.

Karena itu, dia berharap perilaku para alumni dalam menjalankan organisasi dapat menjadi contoh bagi kader yang lebih muda.

“Kita harus memberikan contoh. Nah, adik-adik di HMI kan panutannya para senior-senior yang di KAHMI,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan, keinginan, maupun tujuan di antara alumni tidak selalu dipertajam menjadi persoalan.

Marwan berpendapat, perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan komunikasi.

“Harusnya bukan itu yang kita persoalkan. Kita cari persamaan. Jangan alergi dengan perbedaan. Jangan alergi dengan kritik. Jangan alergi dengan saran dan masukan,” katanya.

Dia menginginkan MW KAHMI Kaltim menjadi ruang yang terbuka untuk menampung aspirasi dan potensi para alumni HMI.

Ia mengatakan, dukungan kepada alumni dapat diberikan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki organisasi.

“Yang bisa kita bantu, kita bantu. Yang bisa kita support, kita support. Yang bisa kita rekomkan, kita rekomkan. Yang tidak bisa, kita bicara sama-sama,” ucapnya.

Marwan mengajak seluruh alumni menjadikan perbedaan sebagai potensi untuk membangun organisasi, bukan memperbesar kelompok atau mempertajam perbedaan.

“Kita jadikan rumah KAHMI menjadi rumah besar bagi seluruh kader. Jangan lagi ada perbedaan. Jangan lagi ada kelompok. Jangan lagi memperbesarkan perbedaan di antara kita,” katanya.

Dia justru melihat perbedaan sebagai sesuatu yang dapat menghasilkan energi apabila dikelola melalui komunikasi dan sinergi.

“Kita akan cari persamaannya. Kita jadikan perbedaan sebagai sumber untuk melahirkan satu persamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai persoalan dalam organisasi dapat dicarikan jalan keluar selama para pihak bersedia membuka komunikasi dan membangun sinergi.

“Sepanjang kita membuka komunikasi dan mau bersinergi dengan baik, saya kira akan menghasilkan satu keputusan yang dasar. Tidak perlu yang muluk-muluk. Kita mulai menata diri kita saja,” katanya.

KAHMI Kaltim diharapkannya tidak hanya menjadi wadah perkumpulan alumni, tetapi mampu menggerakkan potensi yang dimiliki para anggotanya.

Para alumni HMI, sambungnya, memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk organisasi apabila dikelola secara bersama.

“KAHMI ini tidak hanya sebagai tempat perkumpulan, tapi perkumpulan kita ini orang-orang yang cerdas. Punya potensi yang menurut saya tidak dimiliki oleh semua perkumpulan alumni yang lain,” tuturnya.

Karena itu, Marwan menilai pekerjaan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan berbagai potensi tersebut dalam satu semangat bersama.

“Tinggal hari ini bagaimana membangun, menggerakkan potensi ini dengan satu kata menurut saya: sinergi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA