Search

Maksimalkan Peran RT, Bupati Kutim Minta Anggaran Operasional Dipakai untuk Validasi Data Pendidikan

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (BeritaAlternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Menyikapi temuan data error terkait angka anak putus sekolah, Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan perubahan pola kerja dalam pendataan di lapangan. Ia menegaskan bahwa validasi data tidak bisa hanya mengandalkan dinas terkait, melainkan harus melibatkan Rukun Tetangga (RT) secara aktif sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan warga.

Ardiansyah menilai, peran RT sangat krusial dalam memverifikasi kondisi riil warganya, termasuk memastikan status pendidikan anak-anak di lingkungan mereka. Menurutnya, ketidakakuratan data seperti kasus siswa aktif yang tercatat putus sekolah di Jalan Sulawesi bisa dihindari jika RT dilibatkan secara intensif sejak awal.

“RT itu yang paling tahu siapa warganya, siapa yang sekolah, dan siapa yang tidak. Maka saya minta, libatkan RT dalam verifikasi ini. Jangan sampai data di atas kertas berbeda jauh dengan fakta di lapangan,” ujar Ardiansyah pada awak media baru-baru ini.

Lebih lanjut, Bupati menyinggung mengenai dukungan anggaran yang telah digelontorkan pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap RT di Kutai Timur telah dibekali dengan anggaran operasional (Rp 50 juta per RT) yang salah satu fungsinya adalah untuk menunjang kegiatan administrasi dan pendataan kependudukan semacam ini.

Ardiansyah meminta agar anggaran tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang substantif, seperti validasi data kependudukan dan pendidikan, bukan habis untuk kegiatan seremonial semata.

“Anggaran operasional RT kan sudah ada, manfaatkan itu. Gunakan untuk turun ke lapangan, cek satu per satu warganya. Jadi tidak ada alasan lagi soal kekurangan biaya operasional untuk mendata. Saya ingin anggaran itu berdampak pada akurasi data kita,” tegasnya kepada awak media baru-baru ini.

Bupati berharap, dengan kolaborasi antara Disdukcapil, Dinas Pendidikan, dan para Ketua RT yang didukung anggaran memadai, masalah data ganda atau data error tidak akan terulang kembali di masa mendatang. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA