Search

Maftucha Beberkan Sejumlah Kebutuhan Korban Kebakaran Tenggarong

Maftucha menerima bantuan dari Pemkab Kukar. (Kukar Paper)

BERITAALTERNATIF.COM – Maftucha (46), warga RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih mengungsi sementara setelah rumahnya hangus dalam kebakaran yang melanda permukiman tersebut pada Senin, 5 Oktober 2026.

Setelah kebakaran, dia bersama keluarganya belum langsung mendapatkan tempat tinggal kontrakan. Beruntung, ia mendapat tempat untuk tinggal sementara di sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 di sekitar lokasi kebakaran.

Maftucha mengatakan, kepala TK tersebut merupakan seseorang yang dikenalnya sehingga dia diperbolehkan menggunakan tempat itu sebagai tempat tinggal sementara.

“Beliau kasih tempat singgah dulu sementara di TK,” katanya kepada awak media Berita Alternatif di TK ABA 1 Tenggarong pada Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kondisi para korban kebakaran saat ini cukup beragam. Sebagian warga memilih tinggal bersama keluarga, baik di rumah anak, kakak maupun kerabat lainnya.

Sementara itu, ia memilih tinggal sementara di TK tersebut bersama keluarganya karena belum mendapatkan kontrakan pada saat awal mengungsi.

Maftucha mengaku bersyukur karena kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian sementara tersebut cukup terpenuhi.

“Kebutuhan makan dan segala bantuan, alhamdulillah,” tuturnya.

Bantuan Pakaian sudah Mencukupi

Selain makanan dan minuman, dia bersama korban kebakaran lainnya juga mendapatkan bantuan pakaian dari masyarakat.

Ia mengatakan, pakaian yang disumbangkan kemudian ditempatkan di lokasi pengungsian sehingga warga terdampak dapat memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Pakaian, kemarin alhamdulillah ada orang nyumbang. Jadi, kebutuhan orang-orang yang lainnya pada ngambil-ngambil di sini, milih-milih baju-baju yang mau dipakai,” jelasnya.

Saat ini, Maftucha mengatakan kebutuhan pakaian keluarganya sudah cukup. Bantuan yang datang bahkan tidak hanya berupa pakaian untuk dirinya, tetapi juga untuk anak dan suaminya. “Banyak itu pakaian,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan pakaian tersebut cukup lengkap, mulai dari pakaian anak hingga kebutuhan untuk suaminya.

“Yang celana ada semua. Dari buat anak saya sampai bapaknya, sarung, mukena, sajadah, ada semua,” katanya.

Karena itu, untuk saat ini dia tidak lagi memprioritaskan bantuan pakaian.

“Untuk pakaian saat ini tidak banyak lagi yang dibutuhkan. Alhamdulillah sudah cukup,” tuturnya.

Makanan dan Minuman Melimpah

Selain pakaian, bantuan makanan dan minuman juga terus berdatangan ke lokasi pengungsian.

Dia mengaku bersyukur karena kebutuhan konsumsi para korban sejauh ini terpenuhi. Bahkan, bantuan makanan yang diterima cukup banyak.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak yang datang memberikan sumbangan kepada warga terdampak. “Semua pada ngasih sumbangan,” ucapnya.

Ia berpendapat, kebutuhan yang masih menjadi perhatian adalah sejumlah peralatan rumah tangga yang harus kembali dimiliki setelah rumah mereka terbakar.

Ia menyebut beberapa kebutuhan seperti kompor dan peralatan dapur.

Selain bantuan berupa pakaian, makanan, minuman dan peralatan rumah tangga, para korban juga menerima bantuan dalam bentuk uang. “Sama uang juga,” katanya.

Segera Pindah ke Kontrakan

Maftucha mengatakan, keluarganya kemungkinan tidak akan lama lagi tinggal di TK tersebut.

Dia telah mendapatkan rumah kontrakan yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara.

“Insyaallah besok sudah mau diberesin tempat kontrakannya,” ujarnya.

Menurutnya, kontrakan tersebut sudah diperoleh pada Rabu siang. Keluarganya tinggal menunggu proses persiapan tempat sebelum pindah dari lokasi pengungsian.

Ia mengaku ukuran rumah kontrakan tersebut tidak terlalu besar. Namun, bagi Maftucha, yang terpenting keluarganya memiliki tempat tinggal sementara yang dapat digunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anaknya untuk belajar. “Yang penting bisa buat belajar,” tuturnya.

Dengan demikian, dia memperkirakan masa tinggal keluarganya di TK tersebut akan segera berakhir.

Tinggal Bersama Suami dan Tiga Anak

Selama mengungsi, Maftucha tinggal bersama suami dan tiga anaknya.

Dia menjelaskan, anak-anaknya memiliki jenjang pendidikan yang berbeda. Salah seorang anaknya baru menyelesaikan pendidikan SMA, sementara dua lainnya masih bersekolah.

“Anak saya tiga. Sama suami. Yang satu lulus SMA, yang satu kelas dua SMP, habis itu kelas tiga SD,” bebernya.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia dan suaminya selama ini bekerja sebagai pedagang yang berjualan martabak.

Bagi Maftucha, bantuan yang telah diberikan berbagai pihak menjadi salah satu hal yang sangat disyukurinya di tengah kesedihan setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.

Dia berharap dukungan tersebut dapat terus membantu para korban hingga mereka mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan memiliki tempat tinggal yang layak. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA