BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bima, Samrin Irawan, angkat bicara menanggapi penangkapan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi yang diduga terlibat kasus narkoba.
Samrin menilai peristiwa tersebut sebagai tamparan keras bagi penegakan hukum dan sangat memalukan bagi masyarakat Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam pernyataannya, dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya pelanggaran hukum yang justru dilakukan oleh aparat penegak hukum itu sendiri.
“Pada akhir-akhir ini kita menyaksikan berbagai peristiwa sosial, terutama di kalangan penegak hukum. Kepolisian selaku penegak hukum justru melanggar hukum itu sendiri. Kasus narkoba di Polres Bima Kota, di mana dua orang ditangkap, merupakan peristiwa yang sangat memalukan bagi masyarakat kota kita,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.
Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan narkoba adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan secara kolektif.
“Narkoba adalah salah satu instrumen yang sangat berbahaya untuk membunuh generasi kita,” tegasnya.
Samrin juga mengaitkan persoalan narkoba dengan nilai-nilai keagamaan.
Dia mengutip firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 195 yang menekankan larangan membinasakan diri sendiri.
“Allah Swt berfirman, ‘Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.’ Narkoba adalah salah satu instrumen untuk membunuh generasi kita secara pelan-pelan,” jelasnya.
Menurutnya, makna “membunuh diri” dalam ayat tersebut tidak selalu dimaknai secara harfiah, tetapi juga mencakup tindakan yang merusak diri dan masa depan secara perlahan.
“Membunuh diri itu tidak harus dengan cara ekstrem. Tetapi membunuh diri dalam konteks ayat ini adalah membunuh diri kita secara pelan-pelan. Karena itu, Allah menyayangi kita, maka kita pun harus menyayangi diri kita, anak-anak kita, keluarga kita, dan generasi kita,” katanya.
Sebagai Ketua GP Ansor Kota Bima, Samrin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk bersatu melawan narkoba.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus menjadi komitmen bersama demi menjaga moralitas, keamanan, dan masa depan generasi muda di Kota Bima.
“Saya berharap, sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima, mari kita berjihad melawan persoalan besar yang terjadi di masyarakat, yaitu persoalan narkoba itu sendiri,” tutupnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












