BERITAALTERNATIF.COM – Kepala Desa Bendang Raya, Muhammadin, menyampaikan bahwa komposisi penduduk di desanya saat ini didominasi oleh warga pendatang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.
Pemerintah desa, kata dia, terbuka menerima penduduk baru selama memenuhi persyaratan administrasi yang jelas dan lengkap.
“Semua kami tampung, yang penting jelas administrasinya. KTP dan surat-suratnya lengkap, sehingga memudahkan kami dalam pengurusan,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif di kantornya pada Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, mayoritas pendatang tersebut telah resmi memindahkan administrasi kependudukan ke Desa Bendang Raya. Jumlah penduduk pun terus mengalami peningkatan secara bertahap.
“Sekarang ini jumlah penduduk sudah lebih dari seribu KK. Ini terus bertambah secara bertahap,” jelasnya.
Untuk memastikan ketertiban administrasi dan legalitas aset warga, Muhammadin mengaku rutin turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan data penduduk dan dokumen pertanahan.
“Beberapa hari ini saya terus turun ke lapangan. Dari satu RT ke RT lain, termasuk ke RT 11, untuk melengkapi data-data warga, baik itu surat tanah, pengukuran lahan, maupun administrasi kependudukan. Sekarang KTP mereka sudah KTP Bendang Raya semua, karena mereka sudah resmi menjadi warga kami,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki tanggung jawab penuh terhadap warga pendatang yang telah menetap dan membangun kehidupan di Bendang Raya.
“Rumah mereka sudah ada di sini. Kita harus tahu apa yang mereka dapatkan dan bagaimana mereka bisa bertahan hidup serta berkembang sebagai warga desa,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal pemerintah desa telah menyiapkan lahan bagi warga pendatang sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga.
“Untuk pemukiman diberikan seperempat hektare, dan satu hektare lagi untuk lahan usaha. Itu kita sesuaikan dengan kemampuan mereka,” ujarnya.
Pengelolaan lahan tersebut, lanjutnya, terus dipantau oleh pemerintah desa agar benar-benar produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
“Kita pantau terus pengelolaannya dan kita dukung. Kita sering berkunjung supaya semangat mereka meningkat. Kalau kita sering mendekat, mereka merasa diperhatikan dan bangga,” tambahnya.
Di sektor pertanian, Muhammadin mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi petani, khususnya dalam pengembangan padi sawah dan pertanian lahan kering.
Dia berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“Yang paling dibutuhkan petani itu pertama benih unggul, benih yang berkualitas. Kedua pupuk dan obat-obatan, itu sangat penting untuk mendukung keberhasilan panen padi sawah,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), baik untuk pengolahan lahan maupun pasca panen.
“Pengolahan tanah dan pasca panen juga harus didukung. Kalau sarana pendukungnya tidak ada, biasanya petani terlambat dan hasilnya tidak maksimal,” katanya.
Untuk lahan kering, Muhammadin menekankan pentingnya sistem pengelolaan terpadu agar hasil dan pendapatan petani dapat meningkat.
“Lahan kering itu harus dikelola secara terintegrasi. Harus ada pola pengelolaan yang jelas supaya hasil dan pendapatan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi perkembangan pertanian hortikultura di beberapa wilayah desa, salah satunya di RT 13.
“Alhamdulillah di RT 13 sudah berkembang tanaman kol, seledri, dan bawang. Saya lihat sendiri, hasil kolnya sudah diturunkan berpeti-peti. Ini sudah menunjukkan kemajuan,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah desa akan terus memberi perhatian pada akses jalan usaha tani agar hasil pertanian mudah diangkut dan dipasarkan.
“Dari lahan langsung ke pinggir jalan, masuk ke mobil. Kalau ada jalan yang rusak atau jebol, itu harus kita perhatikan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani menjadi fokus utama programnya hingga akhir masa jabatan pada tahun 2027.
“Supaya petani dan warga pendatang yang saya bawa dan bina ini tidak kecewa, dan benar-benar bisa hidup dan berkembang sebagai warga Desa Bendang Raya,” pungkasnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












