Search

Kemenag Catat Capaian Positif Kerukunan Umat Beragama Sepanjang 2025

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Muhammad Adib Abdushomad menyampaikan capaian dan program penguatan kerukunan umat beragama sepanjang tahun 2025 dalam keterangan pers di Jakarta. (Kemenag.go.id)

BERITAALTERNATIF – Kementerian Agama mencatat kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia sepanjang tahun 2025 berada dalam situasi yang stabil dan menunjukkan tren positif. Capaian tersebut tercermin dari sejumlah hasil survei nasional yang menempatkan isu kerukunan sebagai salah satu keberhasilan utama pemerintah dalam setahun terakhir.

Survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada Oktober 2025 mencatat bahwa keberhasilan tertinggi kinerja Kabinet Merah Putih adalah menjaga kerukunan antarumat beragama, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 86,7 persen. Sementara itu, survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama Nasional 2025 berada di angka 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Muhammad Adib Abdushomad mengapresiasi kontribusi seluruh elemen bangsa dalam merawat harmoni kehidupan beragama. Menurutnya, kerukunan bukan kondisi yang statis, melainkan harus dijaga secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor.

“Kerukunan adalah proses yang dinamis. Ia harus dirawat bersama oleh pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh umat beragama,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Penguatan Sistem Pencegahan dan Pembinaan Akar Rumput

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, PKUB bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat dan para pemangku kepentingan terus melakukan berbagai ikhtiar strategis sepanjang 2025. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi SI-RUKUN sebagai sistem peringatan dini nasional yang terintegrasi dengan 1.156 penyuluh agama di seluruh Indonesia.

Aplikasi ini berfungsi sebagai alat mitigasi potensi konflik berbasis data yang memungkinkan deteksi dini dan penanganan cepat terhadap isu-isu kerukunan. Selain itu, pembinaan di tingkat akar rumput juga diperkuat melalui pengembangan 468 Desa Sadar Kerukunan yang menjadi ruang praktik moderasi beragama di masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas program tersebut, PKUB menetapkan dua desa percontohan nasional, yakni Desa Plajan di Jepara dengan pendekatan ekoteologi dan Desa Pabuaran di Bogor dengan pendekatan seni dan budaya sebagai media penguatan toleransi.

Resolusi Konflik dan Penguatan Kelembagaan

Dalam aspek penanganan konflik, PKUB sepanjang 2025 menangani 46 isu kerukunan melalui pendekatan mediasi yang mengedepankan dialog, persuasif, dan nilai kemanusiaan. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 784 Tahun 2024 yang menyinergikan kerja PKUB dengan 512 Forum Kerukunan Umat Beragama di tingkat kabupaten dan kota.

Kementerian Agama juga terus memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah melalui program Harmony Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen nyata dalam menjaga kerukunan di wilayah masing-masing.

Penguatan Dialog dan Peran Generasi Muda

Ruang dialog lintas iman turut diperluas melalui penyelenggaraan Silaturahmi Nasional yang melibatkan 350 tokoh lintas agama. Di sisi lain, PKUB juga melahirkan 905 mediator bersertifikat melalui program Peningkatan Kompetensi Pendidikan Mediator untuk memperkuat kapasitas penyelesaian konflik di lapangan.

Pada level internasional, program Indonesian Interfaith Scholarship membuka ruang bagi delegasi mancanegara untuk mempelajari praktik toleransi dan kemanusiaan di Indonesia. Sementara itu, penguatan literasi generasi muda dilakukan melalui program Youth Harmony yang digelar di lima kota besar untuk menyiapkan anak muda sebagai duta damai.

Selain itu, Kementerian Agama juga memperkuat kerja sama strategis dengan BIN, BNPT, dan Densus 88 sebagai langkah preventif menghadapi potensi ekstremisme, serta mengembangkan portal informasi kerukunan dalam tiga bahasa asing untuk menjangkau audiens global.

PKUB juga mendorong aktualisasi ekoteologi kerukunan melalui aksi lintas iman dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari harmoni antara manusia dan alam.

“Atas kerja sama seluruh pihak, sepanjang 2025 kami tidak hanya berkontribusi dalam merawat kerukunan sebagai prasyarat pembangunan nasional, tetapi juga ikut mengukuhkan Indonesia sebagai mercusuar perdamaian dan cinta kemanusiaan bagi dunia,” pungkas Adib. (*)

Sumber: Kemenag.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA