Kalimantan Timur, ID
24°C
Visibility: 10 km

Air Sungai Mahakam Alami Bangar, Ribuan Ikan Milik Warga Mabuk dan Mati

MAHAKAM 1

Kukar, Beritaalternatif.com – Dua hari terakhir atau pada 7-9 Juni 2021, warga di bibir Sungai Mahakam, baik di Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Samarinda, diramaikan dengan fenomena alam yang dalam bahasa setempat disebut dengan air bangar.

Air bangar menyebabkan berbagai jenis ikan, udang dan binatang air lainnya ditemukan dalam kondisi mabuk dan muncul di permukaan air, sehingga warga berbondong-bondong ke tepi sungai untuk menangkapnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bangar berarti bau busuk seperti bau bangkai atau jika pada air disebut tidak tulen lagi.

Fenomena air bangar terjadi pada saat pergantian musim antara musim kemarau ke musim penghujan dan sebaliknya. Pergantian musim tersebut menyebabkan perubahan beberapa parameter kualitas air yang sangat signifikan seperti rendahnya oksigen terlarut dalam air (DO), rendahnya pH, tingginya H2S, tingginya kadar zat amoniak dan beberapa parameter kualitas air yang lain pada perairan Sungai Mahakam yang tidak dapat ditolelir oleh ikan.

Selain itu, air bangar merupakan air yang sudah berada di daerah-daerah tangkapan air, danau dan rawa-rawa. Di dalamnya ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan pada saat musim kemarau. Setelah itu, daerah danau atau rawa tersebut terendam air pada saat musim hujan.

Tumbuhan-tumbuhan yang terdapat di daerah tersebut akhirnya mati dan membusuk akibat terendam air. Saat terjadi proses pembusukan pada tumbuhan di danau atau rawa, datanglah musim hujan pada daerah hulu Sungai Mahakam, yang mengakibatkan air yang terdapat di danau dan rawa terdorong keluar ke aliran Sungai Mahakam.

Air yang keluar tersebut berwarna cokelat kehitaman dan berbau mengakibatkan mabuk atau mengambangnya ikan-ikan dasar perairan seperti baung dan udang.

Akibat lain yang ditimbulkan air bangar adalah kerugian bagi nelayan keramba secara masif dan potensi penurunan kualitas air PDAM yang bahan bakunya diambil dari Sungai Mahakam.

Sementara itu, dikutip dari Indo Kukar, air bangar di Sungai Mahakam mengakibatkan ribuan ikan di keramba milik warga di perairan Sungai Mahakam turut terkena dampak, ikan di keramba mabuk bahkan ada yang mati, Selasa (8/6/2021). (af/ln)

Pemuda Muhammadiyah Kukar Ulurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Desa Purwajaya September 20, 2021

Kukar, beritaalternatif.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah bersama MDMC dan MCC Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi kemanusiaan berupa...

Indonesia akan Produksi Mobil Listrik pada Mei 2022 September 15, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com -Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia mulai...

Merajut Persaudaraan PMII-HMI dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah Agustus 28, 2021

Oleh: Haidir* Antara tahun 1997-1998, saya yang waktu itu menjadi Ketua Umum HMI Cabang Tenggarong dan Sahabat Sukadi (semoga Allah merahmati...

Masyarakat Diminta Waspadai Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi September 2, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) meminta masyarakat waspada dengan pinjaman online (pinjol)...

88 Persen Pemda Masih Bergantung Dana Transfer dari Pemerintah Pusat Juni 25, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan 443 pemerintah daerah (pemda) atau 88,07 persen dari total 503 pemda di...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *