BERITAALTERNATIF.COM – Menurut laporan Mehr News, media Israel menyebut bahwa sebuah “insiden keamanan besar” terjadi di Gaza. Helikopter-helikopter militer Israel terlihat sibuk mengevakuasi tentaranya di bawah hujan tembakan dari pejuang perlawanan.
Beberapa media Israel mengonfirmasi tewasnya sedikitnya satu tentara dan melukai sejumlah lainnya. Kondisi di lapangan digambarkan sangat sulit, bahkan tentara Israel meminta tambahan helikopter untuk membawa para korban luka.
Media Ibrani juga mengabarkan bahwa bentrokan sengit berlangsung antara pasukan Zionis dengan para pejuang perlawanan di lokasi kejadian. Seorang reporter Al Jazeera melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel terbang rendah di wilayah timur Kota Gaza, menambah ketegangan di kawasan tersebut.
Sumber Israel melaporkan sembilan tentara terluka dalam pertempuran itu, dan angka korban diperkirakan masih akan bertambah. Disebutkan bahwa para tentara Israel terjebak dalam penyergapan di kawasan Zaytoun, yang memicu kontak senjata hebat antara kedua pihak.
Bahkan, media Israel menyebutkan bahwa pasukan perlawanan telah menggunakan kamera penglihatan malam untuk memantau setiap gerak-gerik militer Israel sebelum melancarkan serangan.
Selain itu, media Ibrani juga melaporkan bahwa tentara Israel masih mencari empat tentaranya yang hilang dalam operasi di Zaytoun. Ada dugaan kuat bahwa mereka ditawan oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas. Disebutkan pula bahwa bentrokan ini merupakan salah satu yang paling berat sejak 7 Oktober 2023.
Sebelumnya, juru bicara Brigade Al-Qassam Hamas Abu Ubaidah menegaskan bahwa rencana kriminal Israel untuk menduduki Gaza akan berbalik menjadi bencana bagi para pemimpin politik dan militer Zionis.
Dia menegaskan, tentara Israel akan membayar harga mahal dengan darah mereka sendiri, dan dengan izin Allah, kesempatan untuk menawan tentara baru akan semakin terbuka.
Ia menambahkan bahwa para mujahid perlawanan berada dalam kondisi siaga penuh, dengan semangat tinggi, serta memperlihatkan keberanian luar biasa di medan tempur. Mereka, katanya, akan memberikan pelajaran pahit kepada para penjajah.
Abu Ubaidah juga memperingatkan bahwa Benjamin Netanyahu—yang disebutnya penjahat perang—dan para menteri kabinetnya yang digambarkan bak Nazi, dengan sadar mengambil keputusan untuk mengurangi jumlah tawanan hidup dan membiarkan banyak jenazah tentaranya hilang tanpa jejak.
Dia menekankan, para pejuang akan berusaha sebisa mungkin menjaga para tawanan yang ditangkap. Namun, jika ada tawanan yang tewas akibat serangan militer Israel sendiri, maka nama, foto, dan bukti kematiannya akan diumumkan secara terbuka. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












