BERITAALTERNATIF – Rezim Israel menandatangani kontrak senilai 6 juta dolar AS dengan sebuah perusahaan baru bernama Clock Tower X LLC untuk memproduksi konten media yang ditujukan bagi generasi muda, khususnya Generasi Z. Proyek ini menargetkan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, dengan tujuan mencapai sedikitnya 50 juta penayangan setiap bulan.
Menurut laporan Arabi21, inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye propaganda berkelanjutan Israel yang dikenal dengan istilah Ibrani “Hasbara”, yang dirancang untuk membentuk kembali persepsi publik terhadap tindakan kejahatan regionalnya, terutama selama dua tahun perang di Gaza.
Strategi Manipulasi AI
Clock Tower X akan membuat situs web dan pusat konten yang ditujukan untuk memengaruhi model teks generatif seperti GPT. Dengan membanjiri internet dengan narasi yang pro-Israel, perusahaan ini berusaha memengaruhi cara sistem AI menafsirkan dan merespons isu-isu yang berkaitan dengan rezim tersebut.
Laporan dari Responsible Statecraft mengungkap bahwa Clock Tower X berencana menggunakan MarketBrew AI, sebuah platform optimisasi yang dirancang untuk memanipulasi hasil mesin pencari, agar pesan-pesan Israel mendominasi visibilitas daring. Selain itu, pesan-pesan pro-Israel juga akan disebarkan melalui Salem Media Network, jaringan media Kristen konservatif yang mengoperasikan sejumlah stasiun radio dan program, termasuk yang dipandu oleh Hugh Hewitt, Larry Elder, dan Lara Trump.
Awal tahun ini, Salem Media mengumumkan bahwa Donald Trump Jr. dan Lara Trump menjadi pemegang saham utama di jaringan tersebut. Hingga kini, jaringan itu belum memberikan komentar apakah mereka menerima pembayaran dari Clock Tower untuk menyebarkan propaganda Israel.
Kampanye ini dipimpin oleh Brad Parscale, mantan manajer kampanye Donald Trump dan tokoh sentral dalam skandal Cambridge Analytica. Saat ini Parscale menjabat sebagai CEO Clock Tower sekaligus kepala operasi strategis di Salem Media. Dokumen yang diajukan ke Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa tujuan resmi proyek ini adalah menjalankan “kampanye nasional melawan antisemitisme,” meskipun strategi konten sebenarnya tidak diungkapkan.
Operasi yang Didukung Pemerintah
Proyek ini berada di bawah pengawasan Eran Shayovich, kepala staf Menteri Luar Negeri Israel yang juga memimpin Project 545, sebuah inisiatif yang berfokus pada diplomasi publik Israel dan operasi pengaruh global. Pesan-pesan yang disebarkan Clock Tower secara khusus menargetkan generasi muda Amerika yang mulai menjauh dari Israel seiring meningkatnya simpati terhadap rakyat Palestina.
Survei Gallup pada pertengahan tahun 2025 menunjukkan bahwa hanya 9 persen warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun yang mendukung serangan militer Israel di Gaza, mencerminkan penurunan tajam dukungan publik AS terhadap rezim tersebut.
Doktrin Perang Digital
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan media sosial sebagai “senjata paling kuat” bagi rezimnya. “Alat perang telah berubah,” ujarnya. “Kita tidak lagi bertempur dengan pedang—hari ini media sosial adalah medan pertempuran utama.” Netanyahu juga menyatakan dukungannya terhadap rencana akuisisi TikTok oleh investor pro-Israel dan berharap Larry Ellison, pendiri Oracle sekaligus pendana utama militer Israel, dapat berperan penting dalam kesepakatan itu.
Penggunaan AI untuk Pengawasan dan Represi
Selain untuk propaganda, penggunaan AI oleh Israel juga meluas ke bidang keamanan dan represi. Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa otoritas Israel telah menahan seorang pemuda Palestina hanya karena percakapannya dengan ChatGPT, dan ia ditahan tanpa dakwaan selama 12 bulan.
Menurut pengacaranya, Khaled Mahajneh, “Ini adalah kasus pertama dari jenisnya. Mahasiswa itu ditolak akses untuk bertemu pengacara dan diinterogasi hanya berdasarkan percakapan pribadinya dengan sistem AI.” Mahajneh memperingatkan bahwa lembaga keamanan Israel kini memperlakukan interaksi warga dengan AI sebagai potensi tindak kriminal. “Orang-orang sedang diawasi dan ditangkap hanya karena rasa ingin tahu mereka di dunia digital,” ujarnya.
Transformasi Digital Hasbara
Hasbara, yang berarti “penjelasan” atau “pembenaran” dalam bahasa Ibrani, merupakan aparat propaganda resmi Israel yang dirancang untuk melegitimasi pendudukan dan kebijakan politiknya. Ia beroperasi melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Informasi, Kementerian Pariwisata, dan kantor perdana menteri, dengan juru bicara militer memainkan peran aktif dalam membentuk citra global Israel.
Tujuan utama Hasbara mencakup membenarkan tindakan pemerintah saat krisis, mengendalikan narasi media internasional, membangun citra positif negara, serta menjaga dukungan politik dan finansial dari kelompok lobi asing. Kini, operasinya berpusat pada pengaruh digital—merekrut jurnalis, memproduksi materi propaganda siap pakai, mengatur kampanye besar di media sosial, dan menyebarkan konten pro-Israel ke berbagai platform hiburan dan akademik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hasbara telah memasuki fase digital baru yang menargetkan audiens muda dan memanfaatkan teknologi canggih untuk mendominasi persepsi publik di dunia maya. (*)
Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf












