BERITAALTERNATIF.COM – Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menegaskan bahwa kemungkinan pengaktifan mekanisme snapback tidak akan memengaruhi volume ekspor minyak Iran.
Paknejad menambahkan, apa pun kondisi yang terjadi, Iran sepenuhnya siap menjaga keberlanjutan ekspor dan mengatasi segala bentuk pembatasan.
Berbicara kepada wartawan usai rapat kabinet pada Rabu (3/9/2025), dia menekankan bahwa Kementerian Perminyakan Iran telah menyiapkan langkah-langkah yang efektif untuk menghadapi mekanisme snapback jika benar-benar dijalankan.
“Secara alami, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan keadaan yang ada,” tegasnya.
Mengenai volume penjualan, ia menjelaskan bahwa tidak ada kendala dalam mengekspor minyak ke pasar internasional. Bahkan, selama empat bulan pertama tahun kalender Iran saat ini (21 Maret hingga 21 Juli 2025), Iran berhasil mengekspor lebih dari 21.000 barel per hari (bpd), jumlah yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Paknejad juga mengingatkan bahwa pada 29 Agustus lalu ia sempat menyampaikan, sanksi snapback mungkin menimbulkan hambatan sebagian terhadap penjualan minyak. Namun, Iran telah siap mempertahankan ekspor dan menyingkirkan berbagai batasan yang muncul.
Dia mengakui adanya potensi tekanan baru, tetapi menegaskan Iran bukanlah negara yang lemah. Sebaliknya, pengalaman panjang menghadapi sanksi telah membuat industri perminyakan Iran semakin tangguh.
Menurutnya, tim khusus di kementerian sudah disiapkan untuk merencanakan dan beradaptasi, demi memastikan ekspor minyak tetap berlanjut di tengah berbagai kondisi sanksi.
Paknejad menutup dengan menegaskan bahwa pengalaman bertahun-tahun melewati tekanan internasional kini menjadi modal utama Iran untuk menjaga ketahanan energi dan melindungi kepentingan nasionalnya. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












