Search

Iran Bantah Tuduhan Transfer Senjata ke Yaman

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menolak klaim yang dianggap tidak berdasar dan bermuatan politik dari Amerika Serikat (AS) serta rezim Israel, yang menuduh Iran telah mengirim senjata ke Yaman.

Dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Eloy Alfaro de Alba pada 20 Agustus, Iravani menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak disertai bukti yang kredibel, bisa diverifikasi, atau didukung pihak independen.

Isi surat itu antara lain berbunyi:

Yang Mulia,

Saya menulis untuk dengan tegas menolak sekaligus mengecam tuduhan tak berdasar dan bermuatan politik yang diarahkan kepada Republik Islam Iran oleh perwakilan Amerika Serikat dan rezim Israel dalam sidang terbuka Dewan Keamanan soal keamanan maritim pada 11 Agustus 2025.

Tuduhan serupa juga disampaikan kembali pada 12 Agustus, yang menyebut Iran melanggar resolusi Dewan dengan mengirim senjata ke Yaman. Tuduhan ini sepenuhnya tak berdasar dan sama sekali tidak didukung bukti nyata.

Pertama, Iran selalu mematuhi kewajiban hukum internasional, termasuk Piagam PBB, serta menjaga keselamatan pelayaran. Iran menghormati seluruh resolusi Dewan Keamanan terkait Yaman dan tidak pernah melakukan hal yang bertentangan. Klaim bahwa Iran mengancam keamanan maritim, baik dengan mendukung Ansarallah di Yaman maupun dengan menyita kapal, hanyalah bagian dari kampanye disinformasi untuk menutupi agresi ilegal AS dan Israel di kawasan.

Kedua, faktanya, justru Amerika Serikat dan Israel adalah sumber utama instabilitas dan ancaman terhadap keamanan maritim. Dengan dukungan AS, Israel berulang kali menyerang kapal tanker dan kapal dagang Iran di Laut Merah dan Mediterania timur, menggunakan bom, drone, ranjau laut, tembakan senjata, hingga serangan siber. Di Teluk Persia dan Laut Oman, kapal perang AS dan Inggris kerap membuat manuver provokatif, khususnya di Selat Hormuz, dengan tujuan menciptakan kesan kawasan tidak aman. Kehadiran militer asing semacam ini tidak menambah keamanan, malah semakin membahayakan.

Ketiga, AS dan Israel juga terus menyerang kedaulatan dan wilayah Yaman dengan melanggar hukum internasional, Piagam PBB, serta resolusi Dewan Keamanan. Mereka menargetkan infrastruktur sipil, pelabuhan, penyimpanan bahan bakar, hingga fasilitas energi.

Serangan semacam ini memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman yang sudah sangat parah, sekaligus merusak stabilitas maritim di Laut Merah dan Teluk Aden. Contoh terbaru adalah serangan terhadap pembangkit listrik Hezyaz di Sana’a pada 17 Agustus 2025, yang dilakukan Israel dengan dukungan penuh AS. Itu jelas kejahatan perang.

Keempat, terkait tuduhan soal kapal MSC Aries, perlu ditegaskan bahwa kapal tersebut ditahan secara sah karena melanggar aturan maritim dan tidak mematuhi peringatan keselamatan. Ini adalah langkah penegakan hukum yang sah sesuai hukum maritim internasional.

Semua awak kapal telah dibebaskan atas dasar kemanusiaan, sementara kapal tetap ditahan hingga proses hukum selesai. Hal ini justru menunjukkan komitmen Iran terhadap aturan internasional.

Kelima, sangat disayangkan bahwa AS terus menjadikan Dewan Keamanan sebagai panggung untuk kepentingan politiknya, sambil menutupi tindakannya sendiri maupun Israel yang ilegal dan merusak stabilitas kawasan. Dengan rekam jejak agresi yang panjang, AS dan Israel tidak pantas menggurui Iran soal keamanan maritim. Dewan Keamanan tidak boleh dijadikan alat propaganda AS ataupun tameng bagi Israel untuk lolos dari tanggung jawab atas kejahatannya, termasuk kejahatan perang di Gaza. Akar masalah instabilitas di Laut Merah adalah pendudukan ilegal Israel, agresinya, serta pelanggaran sistematisnya terhadap hukum internasional. Selama hal ini tidak diatasi, perdamaian sejati tidak akan pernah tercapai.

Saya berharap surat ini bisa diedarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan. Dengan hormat yang setinggi-tingginya. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA