Search

Investor Tangani Seluruh Proses dari Produksi Hingga Distribusi

Plt Asisten I Setkab Kutim, Trisno. (Berita Alternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Program dapur umum Kutai Timur menuntut investor bertanggung jawab penuh dari pembangunan dapur, produksi makanan, hingga distribusi ke masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Plt Asisten I Pemerintahan Umum dan Kesra Setkab Kutim, Trisno.

“Investor tidak hanya membangun dapur, tapi juga mengatur produksi, pengemasan, dan distribusi. Semua proses jadi tanggung jawab mereka,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Dia menekankan, sistem ini diterapkan agar proses distribusi makanan lebih terkontrol dan tepat sasaran, sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan.

Dalam rapat evaluasi, Satgas menanyakan kesiapan investor menghadapi berbagai kendala, termasuk gangguan logistik, keterbatasan bahan baku, dan medan sulit di lapangan.

“Para investor kita minta punya strategi jelas untuk mengatasi masalah di lapangan. Misalnya pasokan bahan baku terganggu, mereka harus punya rencana cadangan,” lanjutnya.

Menurutnya, beberapa investor sudah menyiapkan strategi penyimpanan bahan baku, produksi bertahap, dan pengiriman terjadwal, sehingga makanan tetap sampai ke masyarakat dalam kondisi baik.

Trisno juga menegaskan, tanggung jawab penuh ini termasuk menjaga keamanan makanan dan kesehatan masyarakat.

“Kita tidak mau ada masyarakat yang dirugikan karena kelalaian. Investor harus disiplin menjaga kebersihan dan kualitas,” katanya.

Investor juga harus memahami jumlah dan kebutuhan masyarakat di setiap titik, agar produksi makanan sesuai target dan tidak ada yang kekurangan.

“Kalau tidak dihitung dengan baik, bisa terjadi kelebihan atau kekurangan. Itu yang ingin kita hindari,” katanya.

Dalam beberapa kasus, investor lokal lebih mudah menyesuaikan produksi karena lebih mengenal karakter masyarakat dan kondisi wilayah, sehingga distribusi menjadi lebih lancar.

Trisno menekankan, semua investor harus siap menghadapi situasi darurat, misalnya gangguan pasokan atau akses jalan yang terputus. “Kesiapan menghadapi darurat itu penting agar dapur tetap berjalan,” ujarnya.

Satgas Kutim akan terus memonitor seluruh proses agar program dapur umum tetap berjalan sesuai rencana dan target tercapai.

Selain itu, investor harus menjaga standar kualitas dan keamanan makanan, termasuk menjaga kebersihan dapur, proses produksi, dan distribusi.

“Seluruh proses, dari pembangunan dapur, produksi, hingga distribusi, adalah tanggung jawab investor. Kami hanya mengawasi dan memastikan semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.

Dengan sistem ini, diharapkan semua masyarakat Kutim, terutama di kecamatan terpencil, bisa mendapatkan bantuan makanan tepat waktu, aman, dan bergizi. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA