Search

ILO Akui Palestina sebagai Negara Pengamat, Langkah Historis Setelah Lima Dekade

Foto: Bendera Palestina. (republika.co)

BERITAALTERNATIF.COM – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk pertama kalinya dalam sejarahnya mengakui Palestina sebagai negara pengamat non-anggota, sebuah pencapaian diplomatik penting yang terjadi dalam Konferensi Perburuhan Internasional ke-113 di Jenewa, Senin (2/6). Keputusan ini merupakan peningkatan status dari sebelumnya hanya sebagai “gerakan pembebasan nasional” dan menandai perkembangan signifikan dalam representasi internasional Palestina di forum-forum global.

Keputusan tersebut dicapai secara konsensus oleh Komite Urusan Umum, dengan adopsi resmi resolusi dijadwalkan pada sidang pleno Kamis (5/6). Langkah ini menyelaraskan posisi ILO dengan sejumlah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya seperti UNESCO dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejalan dengan Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/23 yang disahkan pada Mei 2024.

Dengan status baru ini, Palestina memperoleh hak yang lebih luas di ILO, termasuk kemampuan untuk berbicara di bawah setiap agenda, mengajukan proposal, serta menghadiri seluruh pertemuan dengan format delegasi tripartit. Selain itu, mulai 2026, Palestina juga berhak menominasikan delegasi ke Biro Konferensi, memperkuat posisinya dalam struktur pengambilan keputusan di lembaga tersebut.

Duta Besar Palestina untuk PBB di Jenewa, Ibrahim Khraishi, menyambut hangat keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah ini sebagai respons tegas terhadap penolakan Knesset Israel terhadap keberadaan negara Palestina. Ia juga menyayangkan sikap Hongaria yang menjadi satu-satunya negara yang menentang resolusi ini, padahal negara tersebut telah mengakui Palestina sejak 1988. Khraishi menilai posisi Hongaria mencerminkan standar ganda yang merusak prinsip-prinsip keadilan dan legitimasi internasional.

Resolusi ini mendapat dukungan kuat dari berbagai blok internasional, termasuk Kelompok Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), serta negara-negara besar seperti Prancis, China, Spanyol, dan Swiss. Tidak hanya negara-negara, bahkan Kelompok Pengusaha dan Kelompok Pekerja dalam struktur ILO turut menyuarakan dukungan mereka dengan alasan kemanusiaan dan konsistensi dengan nilai-nilai dasar ILO.

Pengakuan ini menjadi simbol penting dalam perjuangan panjang rakyat Palestina untuk meraih keadilan, kedaulatan, dan hak penentuan nasib sendiri. Seperti ditegaskan Khraishi, langkah ini bukan semata simbolis, tetapi bagian integral dari perjuangan nasional Palestina dalam kancah internasional.

Dengan momentum politik dan dukungan global yang semakin menguat, status baru Palestina di ILO dipandang sebagai pintu masuk menuju keterlibatan lebih besar dalam lembaga-lembaga internasional, serta sebagai landasan strategis untuk memperkuat legitimasi perjuangan rakyat Palestina di mata dunia. (*)

Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA