BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menginventarisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, termasuk bangunan sekolah di Desa Kedang Ipil.
Langkah ini dilakukan untuk menentukan prioritas perbaikan dan menyiapkan skema pembiayaan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pusat.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk meninjau langsung kondisi sekolah yang dilaporkan rusak. Peninjauan tersebut diperlukan untuk menghitung kebutuhan biaya pembangunan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Menurutnya, sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama bangunan yang roboh, menjadi perhatian untuk segera ditangani. Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikan melalui berbagai sumber pembiayaan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Kalau memang itu roboh, segera nanti kita coba usulkan apakah melalui dana tidak terduga ataukah melalui program dari Kementerian,” ujarnya saat diwawancarai di halaman Museum Mulawarman Tenggarong, Minggu (27/9/2026).
Dia menjelaskan, penggunaan Dana Tidak Terduga (DTT) memungkinkan apabila kerusakan sekolah berkaitan dengan bencana dan didukung kajian yang memastikan kondisi tersebut memenuhi persyaratan.
Ia juga berencana mengunjungi sekolah di Desa Kedang Ipil bersama tim untuk melihat kondisi bangunan secara langsung. Hasil peninjauan akan menjadi dasar penghitungan kebutuhan biaya yang selanjutnya dibahas bersama pimpinan daerah.
“Kita akan melihat sekolah yang roboh itu, kemudian membawa tim untuk melakukan proses penghitungan berapa biayanya. Nanti kita diskusikan dengan para pimpinan untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan pembangunan,” jelasnya.
Selain penanganan sekolah yang mengalami kerusakan berat, Disdikbud Kukar juga mengupayakan perbaikan melalui program revitalisasi pemerintah pusat. Sekolah yang diusulkan harus melalui proses verifikasi berdasarkan kondisi bangunan dan kelengkapan administrasi.
Heriansyah menegaskan, luasnya wilayah Kukar membuat kebutuhan perbaikan sekolah tersebar dari kawasan perkotaan hingga ulu dan pesisir.
Karena itu, penentuan prioritas tidak semata-mata berdasarkan lokasi, melainkan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari










