BERITAALTERNATIF.COM – Di saat pihak Amerika Serikat mengaku tidak tahu-menahu soal serangan teroris rezim Zionis ke wilayah Qatar, media resmi Israel justru melaporkan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama Amerika. Israel juga memanfaatkan ruang udara sejumlah negara Arab untuk melancarkan serangan itu.
Menurut laporan Tasnim, sementara analisis dan informasi seputar agresi kemarin ke Doha masih terus dipublikasikan, Channel 14 Israel mengungkap bahwa jet tempur Zionis menggunakan ruang udara Yordania, Suriah, Irak, dan Arab Saudi dalam operasi untuk menargetkan para pemimpin Hamas di ibu kota Qatar.
Media Israel itu menegaskan bahwa ada 10 jet tempur yang terlibat, dengan meluncurkan 10 rudal ke lokasi pertemuan delegasi Hamas di Doha. Pesawat menempuh jarak sekitar 1.800 km untuk mencapai target tersebut.
Berlawanan dengan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Israel Katz, Radio Militer Israel mengutip sumber keamanan di Tel Aviv yang menyebut operasi ini tidak berkaitan langsung dengan insiden di Quds atau Gaza.
Serangan itu justru diputuskan karena percepatan jalannya perang beberapa hari terakhir. Kesempatan emas muncul ketika intelijen menemukan pertemuan penting seluruh pimpinan Hamas yang jarang sekali terjadi, terutama untuk membahas usulan gencatan senjata dari AS.
Reporter Channel 12 Israel melaporkan bahwa fokus utama serangan adalah kediaman Khalil al-Hayya, sementara pertemuan para pemimpin Hamas berlangsung di rumah dekat itu, yang sebelumnya digunakan oleh syahid Ismail Haniyeh. Beberapa tokoh Hamas berhasil selamat, meski ada yang luka-luka.
Seorang analis dari surat kabar Maariv menambahkan bahwa keputusan final untuk mengeksekusi serangan baru diambil setengah jam sebelum operasi, setelah Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan di persimpangan Ramot, Quds.
Channel 12 menambahkan, 10 jet tempur tersebut melepaskan lebih dari 10 bom dalam hitungan detik, bahkan melakukan pengisian bahan bakar di udara dalam perjalanan.
Meski AS mengaku tidak tahu, Channel 13 Israel justru mengonfirmasi bahwa operasi ini telah dikoordinasikan dengan Washington. Serangan dipandu intelijen Shabak dan dijalankan langsung oleh angkatan udara Israel. Di ruang komando saat itu hadir perdana menteri, menteri perang, kepala sementara Shabak, wakilnya, serta kepala intelijen militer.
Kementerian Luar Negeri Qatar langsung mengecam keras serangan ini, menyebutnya pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius bagi keamanan rakyat serta penduduk Qatar. Doha menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan agresif Israel.
Hamas juga mengeluarkan pernyataan resmi, menyebut upaya pembunuhan itu sebagai kejahatan keji, pelanggaran kedaulatan Qatar, dan sabotase terhadap proses mediasi gencatan senjata serta pertukaran tahanan yang sedang dijalankan bersama Qatar dan Mesir.
Meski gagal menewaskan tim negosiator Hamas, sejumlah tokoh mereka gugur syahid, di antaranya: Dr. Khalil al-Hayya (kepala kantor), Jihad Labad, Hammam al-Hayya (putra Dr. Khalil al-Hayya), Abdullah Abdulwahid (pengawal), Mu’min Hassouneh (pengawal), dan Ahmad al-Mamlouk (pengawal).
Selain itu, Hamas juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Badr Saad Muhammad al-Humaidi, anggota keamanan dalam negeri Qatar (Lekhwiya). Mereka berdoa agar Allah melimpahkan rahmat luas kepadanya dan menempatkannya di surga-Nya. (*)
Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












