Search

Brigjen Qaani: Generasi Baru Hizbullah Beri Kerugian Besar kepada Rezim Zionis

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, Brigadir Jenderal Ismail Qaani. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ismail Qaani, mengatakan bahwa meskipun Sayyid Perlawanan dan sejumlah komandannya gugur, generasi baru yang muncul dari Hizbullah bertempur sedemikian rupa sehingga selama periode tersebut sebanyak 373 tank dan kendaraan pengangkut personel menjadi sasaran serangan para pejuang perlawanan.

Ia menyampaikan hal tersebut pada Kamis (1/9/2026) malam dalam acara Nasr Qarib yang digelar di Teheran dalam rangka memperingati tahun kedua gugurnya para komandan syahid Front Perlawanan.

Brigjen Qaani mengatakan, meskipun Pemimpin Revolusi Islam gugur, Allah Swt telah menganugerahkan kepada bangsa Iran seorang pemimpin yang melanjutkan jalan penuh kebanggaan tersebut.

“Dengan kemenangan-kemenangan militer atas musuh dan kehadiran luas rakyat Iran di medan, kita menyaksikan terbentuknya fase baru dalam makna dan metode perlawanan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa setiap hari masyarakat menyaksikan kemenangan-kemenangan bangsa Yaman yang heroik. Meskipun telah mengalami pengepungan selama lebih dari 11 tahun, mereka tetap melangkah di jalur perlawanan dengan tekad yang kuat dan maju secara heroik di medan.

Pasukan perlawanan Yaman pada tahap pertama operasinya, lanjutnya, telah menguasai 5.400 kilometer persegi wilayah yang menjadi sasaran. Luas wilayah tersebut setara dengan kawasan yang dibebaskan dalam Operasi Baitul Maqdis pada masa Pertahanan Suci.

“Mereka juga berada di ambang penguasaan lebih dari 1.000 kilometer persegi wilayah lainnya,” katanya.

Ia menekankan bahwa kemenangan-kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Front Perlawanan, berkat darah para syuhada yang mulia serta terinspirasi oleh jalan Syahid Sayyid Hassan Nasrallah dan pendampingnya yang selalu menyertainya, Syahid Sayyid Hashim Safieddine, terus melanjutkan perjalanannya dengan kehormatan dan kebanggaan.

Brigjen Qaani mengatakan bahwa pemimpin revolusi yang telah gugur dalam Salat Jumat Nasr, satu minggu setelah gugurnya Sayyid Hassan Nasrallah, menekankan bahwa persatuan umat Islam akan membawa kehormatan bagi mereka, dan berkat hikmah Ilahi, membuka jalan bagi tercapainya tujuan mereka.

Dia menambahkan bahwa pemimpin tersebut mengatakan setiap bangsa harus waspada terhadap agresi musuh terhadap bangsa-bangsa lain dan mendukung bangsa-bangsa yang tertindas. Sebab, apabila musuh berhasil di satu tempat, mereka akan bergerak menuju tempat berikutnya.

Ia menyebut, dari Afghanistan hingga Yaman, dan dari Iran hingga Gaza dan Lebanon, Poros Perlawanan harus memperkuat sabuk pertahanan, kemerdekaan dan kehormatan di seluruh dunia Islam.

“Hari ini, berkat darah para syuhada seperti Sayyid Hassan Nasrallah dan Sayyid Hashim Safieddine, persatuan bangsa-bangsa Islam semakin menguat dan arus-arus yang menebarkan perpecahan semakin mengalami kekalahan,” ujarnya.

Brigjen Qaani mengatakan bahwa peringatan tahun ini digelar dalam kondisi ketika Amerika Serikat, meskipun memiliki seluruh kemampuan dan peralatannya, telah diusir dari Irak.

Menurutnya, rakyat Irak merayakan kemenangan tersebut berkat perlawanan rakyat Irak dan para pahlawan Front Perlawanan.

“Walaupun situasinya sulit, dengan pertolongan dan kekuatan Allah Swt, gerakan Front Perlawanan terus bergerak maju,” katanya.

Dia menegaskan bahwa saat ini terlihat adanya persatuan berbagai medan dalam Front Perlawanan, dan masing-masing bagiannya, melalui perencanaan serta tindakan yang terukur, mengejutkan musuh.

“Amerika mengira mereka dapat memaksa Iran menyerah dalam waktu empat hari atau paling lama dua minggu, tetapi mereka menghadapi kondisi yang sama sekali berbeda dari perhitungan mereka,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa Hizbullah bertempur secara heroik dalam salah satu perang paling sulit yang pernah dihadapinya. Rezim Zionis belum pernah mengalami korban sebesar itu sepanjang sejarahnya.

Brigjen Qaani mengatakan, ketika terdapat propaganda bahwa Hizbullah telah hancur dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan, para pejuang Hizbullah memasuki medan perang dua hari setelah perang dimulai dan setelah Imam Agung mereka gugur.

“Sejak saat itu hingga hari ini, mereka bertempur dengan keberanian sedemikian rupa sehingga membuat kawan maupun lawan di seluruh dunia tercengang,” katanya.

Dia menegaskan bahwa periode perang tersebut merupakan salah satu perang paling sulit bagi Hizbullah sejak organisasi tersebut didirikan.

“Namun, Hizbullah bertempur secara heroik. Ungkapan Syekh Naim Qassem yang mengatakan, ‘Kami berperang secara Asyura dan Karbala,’ benar-benar merupakan ungkapan yang tepat,” ujarnya.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa rezim Zionis tidak pernah mengalami jumlah korban tewas sebesar yang dialaminya dalam perang ini, tetapi mereka menyembunyikan jumlah korban mereka.

“Meskipun Sayyid Perlawanan dan para komandan gugur, generasi baru yang muncul dari Hizbullah bertempur sedemikian rupa sehingga selama periode ini sekitar 373 tank dan kendaraan pengangkut personel menjadi sasaran serangan para pejuang perlawanan Hizbullah,” katanya.

Brigjen Qaani mengatakan bahwa pengaruh dan warisan keberadaan Syahid Sayyid Hassan Nasrallah dan Syahid Sayyid Hashim Safieddine telah mengubah Hizbullah menjadi sebuah mazhab perlawanan.

“Ketika kita berbicara mengenai pribadi Syahid Sayyid Hassan Nasrallah dan Syahid Sayyid Hashim Safieddine, seluruh kehidupan mereka dipenuhi pengetahuan, kemuliaan dan kebesaran hati. Namun, dampak keberadaan kedua syahid ini jauh lebih berharga dibandingkan karakter pribadi mereka,” katanya.

Dia menegaskan bahwa setelah gugurnya Syahid Sayyid Abbas Musawi, kedua tokoh tersebut mengelola organisasi suci ini dengan baik dan membawa Hizbullah ke posisi yang saat ini menjadi sumber kebanggaan bagi Lebanon dan Front Perlawanan.

“Sejak didirikan dan memulai perjuangan melawan pendudukan rezim Zionis, Hizbullah telah berkontribusi terhadap semakin tingginya posisi Lebanon dan kini telah menjadi salah satu simbol kebanggaan perlawanan di dunia,” ujarnya.

Menurutnya, Hizbullah tidak hanya berperang dan melakukan perlawanan dengan baik, tetapi juga telah menjadi sebuah mazhab bagi bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok lain yang mengambil inspirasi dari jalan perlawanan.

Ia kembali mengatakan bahwa peringatan tahun ini digelar dalam kondisi ketika AS, meskipun memiliki seluruh kemampuan dan peralatannya, telah diusir dari Irak.

Rakyat negara tersebut, katanya, merayakan kemenangan itu berkat perlawanan rakyat Irak dan para pahlawan Front Perlawanan.

“Walaupun situasinya sulit, dengan pertolongan dan kekuatan Allah Swt, gerakan Front Perlawanan terus bergerak maju,” katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini terlihat adanya persatuan berbagai medan dalam Front Perlawanan dan masing-masing bagian dari front tersebut, melalui perencanaan dan tindakan yang terukur, mengejutkan musuh.

Brigjen Qaani menambahkan bahwa AS mengira mereka dapat memaksa Iran menyerah dalam waktu empat hari atau paling lama dua minggu, tetapi mereka menghadapi kondisi yang sepenuhnya berbeda dari perhitungan mereka. (*)

Sumber: Mehr News

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA