BERITAALTERNATIF.COM – Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, melalui penguasaan intelijen yang penuh, berhasil memperoleh data pribadi para operator drone Israel yang digunakan dalam perang 12 hari terakhir.
“Burung-burung maut”—sebutan untuk drone-drone yang mengubah langit Gaza dan Lebanon menjadi bayangan kelam bagi anak-anak dan perempuan—selama ini selalu dipamerkan oleh pejabat Zionis sebagai sumber kebanggaan.
Rezim pendudukan menjadikan alat penghancur itu bukan hanya sebagai senjata, tetapi juga simbol propaganda militer. Drone yang sama juga dikirimkan ke wilayah udara Iran untuk misi mata-mata dan sabotase. Namun, misi tersebut berakhir dengan kekalahan besar.
Hanya beberapa hari setelah drone canggih jenis Hermes dan Heron terbang di atas langit Iran, para operatornya di wilayah pendudukan dikejutkan dengan pesan singkat yang masuk ke ponsel mereka: “Identitas profesionalmu telah terbongkar. Bekerja samalah dengan kami dan dapatkan imbalan atau kamu akan dibunuh.”
Melalui operasi intelijen yang rumit, Kementerian Intelijen Iran tidak hanya berhasil mengidentifikasi detail pribadi dan keluarga para operator drone itu, tetapi juga memperoleh informasi lengkap mengenai pangkalan-pangkalan udara Israel.
Sebagai contoh, skuadron ke-210 milik tentara Israel di Pangkalan Tel Nof sepenuhnya berada dalam pengawasan Kementerian Intelijen Iran. Gambar-gambar perakitan drone, mesin, teknologi internal, truk pengangkut, hanggar, radar, gudang, rapat para komandan, hingga laporan kerja para operator terdokumentasi dari jarak yang sangat dekat.
Salah satu contoh yang terbongkar adalah profil lengkap seorang operator Zionis, mulai dari alamat rumah, jumlah anak, hingga aktivitas pekerjaannya, semuanya berhasil didapatkan oleh pasukan intelijen Iran.
Keberhasilan ini mematahkan klaim Israel yang selama ini menyebut diri mereka sebagai pihak yang mustahil ditembus dalam perang intelijen. Faktanya, drone yang selama ini mereka banggakan di pameran militer justru ditembak jatuh di langit Iran, lalu puing-puingnya dijadikan bahan rekayasa balik oleh para ahli Iran.
Kini, bukan hanya spesifikasi teknis, identitas operator, lokasi, dan koordinat pangkalan Israel yang berada di tangan Iran, tetapi juga gambar-gambar rahasia, foto internal, dokumentasi perayaan, foto kenangan, hingga laporan kegiatan telah berhasil dibuka dan diperlihatkan ke dunia. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












