Search

Armada Internasional Shomoud Berlayar Menuju Gaza

Armada internasional Shomoud yang membawa para aktivis berlayar menuju Gaza. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Seorang anggota asal Belanda dari armada internasional Shomoud menegaskan bahwa mereka tidak gentar menghadapi ancaman rezim Zionis terhadap armada tersebut maupun para peserta kampanye bantuan untuk Jalur Gaza. “Kami tidak takut dengan skenario apa pun,” ujarnya.

Menurut laporan, armada solidaritas internasional Shomoud yang terdiri dari lebih dari 70 kapal dari 44 negara, pada hari Minggu, 7 September 2025, telah memulai pelayaran menuju Gaza dengan tujuan utama menembus blokade yang diberlakukan Israel. Kata Shomoud sendiri berarti keteguhan dan perlawanan.

Armada ini diikuti berbagai koalisi internasional seperti Freedom Flotilla, Global Gaza Movement, Caravan Shomoud, serta Al-Shomoud Nusantara dari Malaysia. Sejumlah tokoh dunia ikut serta, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg, Mariana Mortágua, serta para pejuang hak asasi manusia lainnya. Disebutkan pula bahwa puluhan kapal lain dari Tunisia dan negara-negara kawasan Mediterania akan bergabung.

Armada global ini merupakan konvoi laut terbesar di dunia, dengan ribuan orang bergabung dan menargetkan tiba di Gaza pertengahan September. Kapal-kapal akan berlayar melewati perairan internasional dekat Tunisia, Libya, Mesir, hingga menuju pantai Gaza. Namun, rezim Zionis sudah menegaskan akan menangkap para aktivis yang berada di kapal tersebut.

Dalam wawancara dengan kantor berita Mehr, Dominic, anggota Belanda dari armada ini, mengatakan, “Saya sudah lama mendukung Palestina dan menentang kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina. Keikutsertaan saya bukan keputusan tiba-tiba, melainkan lahir dari gelombang solidaritas internasional dengan masyarakat Gaza.”

“Kami datang dari puluhan negara, berkumpul dengan perahu dan kapal kami untuk memecahkan blokade Gaza. Kami ingin menunjukkan kepada rakyat Palestina bahwa mereka tidak sendirian. Mereka tidak tak terlihat, justru dunia melihat dengan jelas penindasan dan kejahatan yang dilakukan Israel,” tegasnya.

Dominic menyoroti sikap diam pemerintah dunia terhadap kejahatan Israel. Ketika pemerintah tidak bergerak membela Palestina atau mengecam rezim Zionis, maka masyarakat sipil harus bersatu.

“Kami ingin membuktikan bahwa dengan saling bergandengan tangan, kita bisa menembus blokade Gaza. Dan kami tidak akan berhenti berjuang sampai Palestina meraih kebebasan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Israel, yang sudah berulang kali mengancam kapal-kapal sebelumnya, kini kembali mengancam armada Shomoud.

“Kami siap menghadapi segala kemungkinan. Kami tidak takut. Apa pun yang terjadi pada kami tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami rakyat Palestina setiap hari,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dominic menyampaikan pesan penuh harapan kepada rakyat Palestina. “Kami tidak peduli dengan sikap diam pemerintah kami. Kami, rakyat biasa, akan tetap berdiri di sisi kalian sampai Palestina bebas. Kami tidak akan menyerah dan akan terus berlayar menuju kalian. Jangan takut, jangan putus asa, teruslah berharap,” tutupnya. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA