BERITAALTERNATIF.COM – Armada Global Perlawanan, yang terdiri dari 20 kapal dan diikuti aktivis dari berbagai negara, sudah tiba di Tunisia. Armada ini dijadwalkan mulai berlayar resmi ke Gaza pada hari Rabu (10/9/2025) dengan misi utama menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Sekitar 20 kapal yang berangkat dari Spanyol dalam beberapa jam terakhir telah mencapai pelabuhan Tunisia. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Gaza untuk mencoba membuka jalur kemanusiaan yang selama ini ditutup Israel.
Ratusan warga Tunisia menyambut kedatangan kapal-kapal itu di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunis. Mereka meneriakkan slogan-slogan dukungan seperti, “Gaza, kami datang!”, “Demi Palestina, kami rela berkorban!” dan “Gaza adalah simbol kehormatan!”
Haifa Mansouri, salah satu pengelola armada, menjelaskan kepada Al-Arabi al-Jadeed bahwa kapal lain dari Malaysia, Turki, dan Maroko juga akan bergabung di Tunisia untuk ikut berlayar bersama. Menurutnya, perwakilan dari sekitar 45 kebangsaan kini sudah ada di Tunisia, bahkan beberapa kapal dari Italia juga dalam perjalanan.
Ia menambahkan bahwa keberangkatan sempat tertunda dua kali karena sebagian kapal dari Spanyol butuh perbaikan teknis, sebab sebelumnya tidak pernah menempuh perjalanan laut sejauh ini.
Armada Global Perlawanan menegaskan bahwa misinya jelas: menembus blokade Israel atas Gaza dan membuka jalur kemanusiaan permanen agar bantuan bisa sampai ke warga Palestina.
Diego Olvira, juru bicara delegasi Spanyol, mengatakan perjalanan tujuh hari itu penuh badai dan tantangan, tetapi semua itu tidak sebanding dengan penderitaan harian warga Gaza. “Kita tidak butuh pahlawan, yang kita perlukan adalah organisasi, keberanian, dan solidaritas,” tegasnya.
Menurut penyelenggara, armada ini adalah gerakan solidaritas laut terbesar untuk Gaza dalam sejarah, baik dari jumlah peserta maupun dukungan internasional. Anggotanya mencakup Freedom Flotilla, Global Gaza Movement, Armada Perlawanan, dan organisasi Malaysia Shomoud. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan dunia untuk rakyat Palestina semakin luas.
Sementara itu, partai politik, serikat pekerja, dan tokoh masyarakat Mesir juga mengumumkan pembentukan Armada Perlawanan Mesir dengan tujuan serupa: menembus blokade Gaza.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu lalu, lebih dari 55 tokoh masyarakat serta 15 kelompok politik dan serikat ikut serta. Mereka menyebut langkah ini sebagai “tugas nasional dan moral Mesir terhadap rakyat Palestina.”
Langkah besar ini datang di tengah laporan PBB yang baru-baru ini memperingatkan kondisi kelaparan di Gaza utara akibat blokade Israel yang terus berlanjut, dengan risiko penyebaran bencana ke wilayah lain jika pengepungan tidak segera dihentikan. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












