BERITAALTERNATIF.COM – Nasruddin Amir, anggota senior gerakan Ansarullah, menegaskan kembali komitmen Yaman pada sikap aslinya dalam mendukung rakyat Palestina dan perlawanan di Gaza.
Amir mengatakan bahwa operasi Yaman terhadap musuh Zionis tidak akan pernah berhenti, bahkan akan semakin ditingkatkan.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Tasnim, setelah kejahatan teror rezim Zionis yang menyebabkan gugurnya Perdana Menteri dan sejumlah menteri Yaman, operasi militer pasukan Yaman terhadap rezim ini dalam beberapa hari terakhir meningkat secara signifikan.
Dalam pernyataannya, Amir menekankan bahwa serangan militer Yaman melawan musuh kriminal Zionis akan terus berlanjut, baik sebagai dukungan terhadap perlawanan Palestina di Gaza, sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Gaza, maupun sebagai balasan atas agresi Zionis terhadap Yaman.
“Seperti yang berkali-kali kami sampaikan, operasi ini tidak akan pernah berhenti dan tidak akan terpengaruh oleh agresi Zionis,” tegasnya.
“Dengan pertolongan Tuhan, sikap kami tetap teguh dan maju ke depan. Operasi-operasi ini, dengan izin Allah, akan semakin diperkuat dan menjadi lebih efektif serta lebih berdampak,” lanjutnya.
Sementara itu, pada malam sebelumnya, militer Yaman juga mengumumkan keberhasilan operasi-operasi baru terhadap sasaran penting di wilayah pendudukan Palestina.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, menyampaikan bahwa pasukan rudal Yaman telah meluncurkan satu rudal balistik hipersonik jenis Palestine-2 ke arah sebuah target strategis Israel di sebelah barat kota Yerusalem al-Quds yang diduduki.
Dia menegaskan bahwa rudal tersebut berhasil mengenai sasaran dan membuat jutaan pemukim Zionis berhamburan ke tempat perlindungan.
Selain itu, unit drone militer Yaman juga melaksanakan serangan terhadap sebuah lokasi vital rezim Zionis di kawasan Haifa yang diduduki. Serangan dengan pesawat nirawak tersebut juga dikonfirmasi berhasil menghantam target.
Pagi ini, media Israel melaporkan adanya tembakan rudal baru dari arah Yaman menuju wilayah Palestina yang diduduki. Meski tidak memberikan detail, mereka mengakui bahwa akibat serangan tersebut, aktivitas di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, sempat ditutup sementara. (*)
Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












