Search

Aji Mirni Mawarni Dorong Pemuda Kaltim Kuasai Bahasa Inggris untuk Hadapi Persaingan Global

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni. (Berita Alternatif/Ahmad Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim), Aji Mirni Mawarni, mendorong generasi muda di Kaltim untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu bekal menghadapi persaingan di era globalisasi.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kemampuan literasi, akses terhadap informasi, pendidikan, serta peluang karier.

Mawarni menjelaskan, terdapat prinsip dalam penggunaan bahasa yang menjadi salah satu landasan pemikirannya, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

“Salah satu yang saya pilih adalah bahasa asing itu Inggris. Karena memang globalisasi membutuhkan kita untuk menguasai bahasa asing ini,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif setelah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Unikarta pada Sabtu (3/10/2026).

Dia mengatakan, pengalaman sebagai wakil rakyat membuat dirinya merasakan secara langsung pentingnya kemampuan bahasa asing. Ketika melakukan kunjungan ke luar negeri maupun membaca berbagai informasi internasional, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu faktor yang menentukan sejauh mana seseorang dapat memperoleh dan memahami informasi.

“Kalau kita lemah dalam literasi, kurang mampu menguasai bahasa asing, itu sangat sulit,” katanya.

Ia menegaskan, generasi muda membutuhkan akses informasi yang luas untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan. Informasi tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai sumber internasional.

“Karena kita harus membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya, literasi sebanyak-banyaknya, baik di dalam maupun di luar negeri,” ucapnya.

Bahasa Inggris dan Daya Saing Pemuda Kaltim

Mawarni menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Kaltim.

“Salah satu yang membuat anak-anak Kaltim tidak bisa bersaing dengan anak-anak di Pulau Jawa itu adalah salah satunya bahasa Inggris, kurangnya penguasaan terhadap bahasa Inggris,” tuturnya.

Karena itu, dia mendorong para pelajar dan mahasiswa di Kaltim untuk mulai membangun kemampuan bahasa Inggris sejak dini.

“Makanya saya mendorong mereka untuk mampu, untuk mendorong belajar bahasa Inggris,” katanya.

Ia berpendapat, penguasaan bahasa Inggris akan menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya investasi dan aktivitas perusahaan yang memiliki hubungan dengan dunia internasional di Kaltim.

Mawarni mencontohkan perusahaan-perusahaan swasta, termasuk perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan investor asing, yang dalam aktivitas profesionalnya menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa komunikasi.

“Kalau anak-anak itu bisa berbahasa Inggris, sekarang perusahaan-perusahaan misalnya seperti perusahaan tambang dari luar, investor-investor dari luar, pasti poinnya laporan saja pakai bahasa Inggris,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kemampuan bahasa Inggris juga dapat memengaruhi peluang seseorang untuk memperoleh posisi pekerjaan yang lebih tinggi.

“Perusahaan swasta itu laporannya saja menggunakan bahasa Inggris, report-nya pakai bahasa Inggris. Nah, kalau anak-anak kita, nanti lama-lama cuma jadi staf biasa, enggak bisa mencapai level manajer ini dalam sisi pekerjaan,” katanya.

Ia menilai kemampuan bahasa Inggris bukan satu-satunya faktor dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam karier. Namun, keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu kemampuan pendukung yang penting ketika generasi muda memasuki lingkungan kerja yang semakin terhubung dengan dunia internasional.

Mawarni juga menilai dampak keterbatasan bahasa asing tidak hanya dirasakan dalam dunia kerja, tetapi dapat berpengaruh pada berbagai aspek lain yang membutuhkan kemampuan mengakses informasi internasional.

“Terus kemudian dalam sisi yang lain-lain juga akan terpengaruh sekali kalau mereka tidak mampu berbahasa Inggris,” tuturnya.

Dikembangkan Melalui Sistem Digital

Untuk mendorong peningkatan kemampuan bahasa Inggris tersebut, Mawarni menyebut dirinya berkenalan dengan seorang profesor yang kemudian membuka peluang untuk mengimplementasikan gagasan pembelajaran bahasa Inggris melalui sistem digital.

Dia mengatakan program tersebut diarahkan secara khusus bagi anak-anak di Kaltim dengan memanfaatkan aplikasi atau sistem digital.

“Sehingga kita bisa mampu mengimplementasikan harapan ini, pembelajaran dalam sistem digital khusus untuk pemuda Kaltim,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut untuk sementara tidak dibuka secara luas. Peserta akan mengikuti proses pendaftaran dengan jumlah kuota yang terbatas. Kuota awal program tersebut berada di kisaran 1.000 peserta.

“Yang pasti itu aplikasi. Sistem aplikasi itu anak-anak khusus mendaftar dan kuotanya juga enggak banyak,” ujarnya.

Pembatasan kuota tersebut, kata Mawarni, dilakukan agar pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih optimal.

Dia ingin melihat perkembangan kemampuan peserta setelah mengikuti pembelajaran melalui sistem yang disiapkan.

“Kita enggak membuka secara luas dulu, karena memang kita ingin memonitor sejauh apa pemahaman mereka, penguasaan mereka di dalam bahasa Inggris,” katanya.

Ia menilai evaluasi terhadap kemampuan peserta menjadi bagian penting sebelum program tersebut dikembangkan lebih luas.

Dengan jumlah peserta yang terbatas pada tahap awal, perkembangan dan tingkat penguasaan bahasa Inggris dapat dipantau terlebih dahulu. Hasil evaluasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya.

Investasi Pendidikan untuk Masa Depan

Mawarni menekankan bahwa program peningkatan kemampuan bahasa Inggris tersebut tidak ditujukan untuk menghasilkan manfaat secara instan.

Menurutnya, investasi terhadap sumber daya manusia membutuhkan cara pandang jangka panjang. Karena itu, pendidikan dan peningkatan keterampilan generasi muda harus dipersiapkan sejak mereka masih berada di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.

“Masa depan kita ke depan. Berpikirnya jangan instan,” tegasnya.

Dia menyebut sasaran edukasi tersebut dimulai dari kelompok pelajar hingga mahasiswa.

Ia menilai pemerintah telah memiliki berbagai program dalam bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, inisiatif yang dilakukannya diposisikan sebagai bentuk kontribusi tambahan untuk mendukung upaya pemerintah.

“Ibaratnya membantu secara tidak langsung pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” pungkasnya.

Bagi Mawarni, peningkatan kemampuan bahasa Inggris merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Kaltim agar mampu memanfaatkan peluang yang semakin terbuka di tengah perkembangan ekonomi, investasi, teknologi, dan hubungan global.

Dia berharap generasi muda Kaltim tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil posisi strategis dalam dunia kerja dan berbagai bidang yang semakin membutuhkan kemampuan berkomunikasi serta mengakses informasi dalam bahasa internasional. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA