Search

32 Warga Palestina Tewas Saat Mengantre Bantuan di Rafah

Foto: Warga Palestina mengulurkan tangan untuk mendapatkan makanan dari dapur umum di Jabaliya, Gaza utara, Senin (19/5/202). (Ahmad Salem/Bloomberg)

BERITAALTERNATIF.COM – Sedikitnya 32 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka-luka setelah pasukan Israel beberapa hari terakhir menyerang titik distribusi bantuan di Rafah dan dekat Koridor Netzarim di wilayah Gaza tengah. Insiden berdarah ini terjadi saat ribuan warga Palestina yang tengah menderita kelaparan berkumpul untuk menerima bantuan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga kemanusiaan yang beroperasi di tengah krisis berkepanjangan di Jalur Gaza.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, penembakan dan serangan udara dilakukan secara langsung ke arah kerumunan sipil yang tengah mengantre bahan makanan, terutama tepung, untuk bertahan hidup. Para saksi mata menggambarkan momen tersebut sebagai kekacauan total. Seorang warga Palestina yang selamat menyampaikan kepada media bahwa mereka disambut dengan tembakan, serangan dari pesawat nirawak, dan tembakan tank saat berupaya mendapatkan bantuan pangan. “Kami berlari mencari makanan, bukan perang. Tapi kami malah dihujani peluru,” ungkapnya dengan nada sedih.

Keterangan serupa datang dari Sameh Hamuda, warga yang mengungsi dari Beit Lahiya, Gaza utara. Ia menceritakan bagaimana dirinya berjalan kaki menuju Rafah dan menunggu bantuan sejak dini hari. “Tiba-tiba pesawat tanpa awak menembaki kerumunan. Tank-tank mulai menggempur. Orang-orang tewas di depan mata saya,” kata seorang pria berusia 33 tahun tersebut kepada AFP. Ia menambahkan, selama berada di Gaza, kematian seolah mengikuti di mana pun warga berada.

Abdullah Barbakh, warga lain berusia 58 tahun, menambahkan bahwa serangan terjadi saat kerumunan masih padat dan tidak memiliki tempat berlindung. “Saya tidak mengerti mengapa kami dipanggil untuk menerima bantuan lalu malah ditembaki. Kekacauan, jeritan, dan kepadatan menciptakan pemandangan yang mengerikan. Mayat dan orang-orang terluka ada di mana-mana,” tuturnya pilu.

Di tengah tragedi ini, kelompok Hamas mengecam keras tindakan militer Israel yang disebut sebagai pembantaian terang-terangan terhadap warga sipil yang kelaparan. Mereka menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan kejahatan yang telah direncanakan, dan menuduh Israel bersama dengan pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Hamas juga menyerukan pembentukan komisi penyelidikan internasional independen oleh PBB guna menyelidiki kejahatan perang yang terus berlangsung terhadap warga sipil di Gaza.

Insiden memilukan ini menambah daftar panjang penderitaan warga Palestina yang telah menghadapi blokade, serangan udara, dan krisis kemanusiaan yang tak kunjung reda.

Serangan terhadap warga yang pada saat itu sedang mengantre bantuan pangan mencerminkan eskalasi terbaru dalam konflik Israel-Palestina yang semakin memburuk. Dengan jumlah korban sipil yang terus bertambah dan infrastruktur kemanusiaan yang hancur, tekanan internasional semakin meningkat untuk menuntut pertanggungjawaban serta intervensi untuk melindungi warga sipil dari kekejaman yang terus terjadi.(*)

Sumber : SindoNews
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA