Search

12 Tujuan dan Pesan Strategis Iran dalam Serangan Besar ke Israel

Pengamat Timur Tengah, Ismail Amin Pasannai. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Serangan besar Iran ke Israel dalam tiga hari terakhir bukan hanya balasan atas agresi Israel, tetapi membawa pesan politik, militer, dan psikologis yang kuat kepada dunia.

Berikut pesan dan tujuan utama Iran dalam pandangan pengamat Timur Tengah, Ismail Amin Pasannai:

Pertama, membuktikan AS tidak bisa melindungi Israel. Iran ingin menunjukkan bahwa sekalipun Israel dilindungi oleh Amerika Serikat, serangan ke Israel tetap mungkin dilakukan dan berhasil.

Kedua, menegaskan Iran sebagai kekuatan regional serius. Iran menegaskan dirinya bukan hanya sekadar bertahan, tetapi mampu menyerang balik dengan kekuatan penuh.

Ketiga, mengirim sinyal: pertarungan belum selesai. Serangan ini adalah awal dari rangkaian tekanan lanjutan hingga rezim Zionis atau Netanyahu tumbang.

Keempat, membangkitkan semangat Poros Perlawanan. Iran memotivasi Poros Perlawanan seperti Hizbullah, Hamas, Houthi, dan milisi Irak, dengan turun langsung ke medan konfrontasi.

Kelima, menggoyahkan kepercayaan investor asing di Israel. Iran ingin menciptakan ketidakpastian ekonomi dengan mengirim pesan bahwa Israel bukan lagi tempat aman untuk investasi.

Keenam, meruntuhkan citra sistem pertahanan udara Israel. Serangan ini memperlihatkan kelemahan sistem pertahanan canggih Israel, termasuk Iron Dome, Arrow, dan David’s Sling yang selama ini dibanggakan.

Ketujuh, perang kini menyentuh jantung Israel. Iran menunjukkan kemampuan menyerang pusat-pusat penting di jantung Israel, bukan hanya wilayah pinggiran.

Kedelapan, Iran meletakkan doktrin baru: balas cepat dan keras. Iran memberi pesan bahwa setiap serangan terhadap mereka akan dibalas segera dengan kekuatan penuh.

Kesembilan, dukungan ke Poros Perlawanan bukan omong kosong. Iran membuktikan bahwa dukungan ke kelompok perlawanan bukan sekadar kata-kata, tetapi diiringi bantuan nyata, baik militer maupun logistik.

Kesepuluh, menyasar mental dan psikologi warga Israel. Serangan ini juga diarahkan untuk mengguncang mental rakyat Israel, menumbuhkan rasa takut, dan menciptakan ketidakpercayaan terhadap masa depan yang aman.

Kesebelas, memperparah krisis politik di Israel. Tekanan terhadap pemerintahan Netanyahu kian meningkat, baik dari lawan politik dalam negeri maupun rakyatnya sendiri.

Kedua belas, Iran tampil sebagai pemimpin perlawanan kawasan. Iran menegaskan posisinya bukan sekadar pendukung, tetapi sebagai pemimpin utama perlawanan terhadap penindasan dan penjajahan di Timur Tengah. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA