BERITAALTERNATIF.COM – Dalam upaya mendorong peningkatan literasi digital dan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren, Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk Digitalisasi Keuangan Berbasis Pemberdayaan Santri di Pondok Pesantren Darut Tafsir Kabupaten Lebak sebagai Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.
Program ini dibiayai oleh HIBAH BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis pendidikan keagamaan dan teknologi.
Kegiatan ini berlangsung dalam empat tahap utama yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak September hingga November 2025.
Tahap pertama dilaksanakan pada 28 September 2025, diawali dengan survei dan sosialisasi program kepada pengelola serta santri Pondok Pesantren Darut Tafsir.
Sosialisasi ini memperkenalkan konsep digitalisasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi pesantren sebagai langkah konkret menuju kemandirian finansial. Tim PKM juga melakukan pemetaan potensi usaha pesantren, terutama Darut Tafsir Mart, sebagai model bisnis berbasis santri.
Tahap kedua dilaksanakan pada 10 Oktober 2025, berupa pelatihan digitalisasi keuangan dan manajemen usaha bagi santri dan pengelola Darut Tafsir Mart.
Peserta dilatih melakukan pencatatan transaksi secara digital menggunakan aplikasi sederhana, memahami manajemen kas, penyusunan laporan keuangan, hingga pengelolaan stok barang. Pelatihan ini bertujuan membentuk budaya pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan profesional di lingkungan pesantren.
Selanjutnya, pada 24 Oktober 2025, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan digital marketing. Santri dan pengelola usaha belajar memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan produk Darut Tafsir Mart.
Dalam sesi ini, peserta juga diajak berlatih membuat konten promosi yang menarik serta strategi menjaga interaksi pelanggan secara daring. Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha pesantren di era digital.
Selain digitalisasi keuangan dan pemasaran, kegiatan PKM ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan berbasis produksi, di mana para santri mendapatkan pengalaman langsung membuat produk olahan seperti kurma cokelat dan aneka kue lainnya.
Melalui pelatihan ini, santri tidak hanya diajarkan aspek manajerial, tetapi juga keterampilan produksi, pengemasan, dan penghitungan harga pokok penjualan. Produk hasil pelatihan tersebut direncanakan untuk dijual di Darut Tafsir Mart, sehingga dapat menambah nilai ekonomi bagi pesantren.
Tahap keempat, sekaligus puncak kegiatan, dilaksanakan pada 9 November 2025 dengan pendampingan manajemen usaha dan digitalisasi keuangan lanjutan. Dalam tahap ini, tim PKM melakukan evaluasi dan bimbingan intensif terhadap penerapan hasil pelatihan sebelumnya.
Pendampingan dilakukan agar santri mampu mengelola sistem pencatatan keuangan digital secara mandiri serta mengembangkan model bisnis pesantren yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana PKM yang terdiri atas Nugroho Heri Pramono, S.E., M.Si. (Ketua), Dr. Suripto, M.Ak, Jamaludin, S.E.I., M.Ec., Dev., Mega Kusuma Citra, Eka Fitriani, dan Saddam Rasyidin Alfaruq.
Ketua Tim PKM, Nugroho Heri Pramono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi pesantren.
“Pesantren saat ini tidak hanya menjadi pusat profesi agama, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi umat. Melalui digitalisasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan, para santri dapat belajar mengelola usaha secara profesional dan mandiri,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Tim PKM juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mengembangkan masyarakat berbasis pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kewirausahaan.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan lingkungan pesantren, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga melek teknologi, adaptif, dan berdaya saing dalam ekonomi digital.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Darut Tafsir diharapkan dapat menjadi contoh model pesantren mandiri dan berkelanjutan, yang memadukan nilai religius dengan semangat inovasi dan kemandirian ekonomi berbasis digital. (*)
Editor: Ufqil Mubin











