BERITAALTERNATIF.COM – Ada orang yang tampak tenang karena pandai menyembunyikan kegelisahan. Ada pula yang terlihat kokoh karena terbiasa menahan air mata di depan orang lain. Namun ada keteguhan yang lahir dari tempat yang lebih dalam: hati yang telah selesai berdamai dengan kehendak Tuhan. Ketenangan semacam ini tidak bergantung pada situasi, tidak pula runtuh oleh kehilangan. […]
Oleh: Izmil Patola* Di tengah riuhnya pragmatisme politik dan manuver elit yang kerap kali hanya berorientasi pada distribusi kekuasaan, sebuah pidato politik baru-baru ini berhasil menarik perhatian publik dan memantik diskursus yang lebih substansial. Pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melontarkan sebuah refleksi fundamental: “Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Di negeri yang mengukur manusia dari posisi, bukan martabat, seragam bukan sekadar pakaian dinas—ia adalah perangkat erotika kekuasaan. Begitu dikenakan, terjadi semacam alkhemi status: suara menjelma perintah, kehadiran menjelma tekanan, dan tatapan saja sudah cukup membuat ruang bergeser memberi jalan. Fungsi resminya berbicara tentang disiplin dan pengabdian; fungsi sosialnya berbicara tentang […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Dalam kehidupan sosial dan politik, sikap kritis kerap disederhanakan secara keliru. Kritik tidak dipahami sebagai upaya menilai kebijakan, melainkan segera ditarik menjadi soal sikap terhadap kekuasaan. Dari sini, kritik kehilangan pijakan rasionalnya dan berubah menjadi label politis yang dangkal. Cara pandang semacam ini tumbuh dari logika biner yang malas berpikir. Mengkritik […]
BERITAALTERNATIF.COM – Pengamat hukum tata negara dari Universitas Mulawarman Samarinda, Dr. Herdiansyah Hamzah, menilai pembatasan masa jabatan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perlu mulai dipertimbangkan secara serius. Menurutnya, ketiadaan pembatasan periode jabatan berpotensi memunculkan penyalahgunaan kekuasaan dan menghambat regenerasi politik. “Problem periode masa jabatan anggota DPR yang tidak pernah dibatasi sebenarnya sudah pernah diuji […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Dalam dialektika moral peradaban, terpateri prinsip abadi bahwa kebenaran sejati—baik pada individu maupun kelompok—terverifikasi justru melalui kebencian yang ditimbulkannya di hati para pelaku kejahatan. Ketika suatu entitas dibenci oleh perampas hak, penindas, dan perusak tatanan, kebencian itu bukan cela melainkan legitimasi. Ia lahir dari ancaman eksistensial: kehadirannya mencabut topeng kepalsuan, menggoncang […]