Sports

Beban Manchester United Pasca Kedatangan Cristiano Ronaldo

Jakarta, beritaalternatif.com – Kedatangan pemain bintang rupanya tak melulu jadi berkah. Buktinya Manchester United malah ketiban beban usai kehadiran Cristiano Ronaldo.

Bintang asal Portugal yang akan berusia 37 tahun pada 5 Februari 2022 ini membawa ego besar ke ruang ganti Man Utd. Setiap tampil buruk, ada saja yang dijadikan kambing hitam oleh Ronaldo.

Ole Gunnar Solskjaer salah satunya. Kiprah lelaki asal Norwegia itu sejatinya cukup lumayan. Sejak kedatangan Solskjaer pencapaian The Red Devils di klasemen terus meningkat.

Hadirnya Ronaldo pada 27 Agustus 2021 yang diharapkan menjadi jalur prestasi Man Utd malah kebalikan. Kini tim pengoleksi gelar terbanyak Liga Inggris itu terdampar di papan tengah.

Man Utd bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara Premier League 2021/2022 dengan 31 poin dari 19 laga. Harry Maguire dan kawan-kawan tertinggal 22 poin dari ‘tetangga berisik’ Manchester City (53 poin).

Dari 19 laga itu, Ronaldo ambil bagian dalam 16 laga di antaranya. Hasilnya, pengoleksi lima gelar Ballon d’Or ini hanya melesakkan delapan gol. Ronaldo hanya mentereng dalam ajang Liga Champions.

Pada saat yang sama, pemain Man Utd lainnya ikutan tenggelam. Bruno Fernandes misalnya, mulai buntu. Kompatriot Ronaldo ini baru melesakkan lima gol di pentas Liga Inggris dari 17 pertandingan.

Padahal pada musim 2020/2021 Fernandes mengoleksi 18 gol dari 37 laga. Total golnya selama semusim di semua ajang adalah 26. Karenanya, Fernandes dikabarkan bakal akan hengkang pada tahun ini.

Dilansir dari Mirror, kabarnya 17 pemain ingin pergi. Harmoni di ruang ganti Man Utd makin genting. Jika benar demikian, ini situasi paling genting dari periode Man Utd dalam satu dekade terakhir.

Edinson Cavani, Anthony Martial, Paul Pogba, Jesse Lingard, Donny van de Beek, Dean Henderson, Eric Bailly, Phil Jones, Nemanja Matic, Fred, dan Diogo Dalot adalah beberapa pemain yang ingin hengkang.

Sebelum Ronaldo kembali pada pertengahan tahun lalu, situasi Man Utd memang belum ideal, tetapi tidak separah ini. Ancaman eksodus besar-besaran jadi tanda ada bara di internal tim.

Mengacu Daily Star, Cristiano Ronaldo ingin pergi dari Manchester United pada jendela transfer musim dingin. Pria 36 tahun ini merasa tak nyaman dengan strategi 4-2-2-2 yang diterapkan Ralf Rangnick.

Setelah Sir Alex Ferguson pergi, masalah demi masalah menghinggapi Manchester United. Salah satunya ada banyak pembelian pemain asal-asalan. Cristiano Ronaldo masuk bagian tersebut.

Namun, bicara mengenai kompetisi, masalah utama Si Setan Merah bukan hanya faktor internal. Masalah sesungguhnya Man Utd adalah Pep Guardiola bersama Manchester City.

The Mirror menyebutkan, pada masa jayanya dulu persentase kemenangan Ferguson adalah 59,7 di semua ajang. Persentase ini sudah pernah dilampaui Jurgen Klopp bersama Liverpool.

Namun, selama enam musim bersama The Citizen, Pep Guardiola mencapai persentase kemenangan hingga 73,15 persen. Pelatih asal Barcelona ini membuat Man City subur sekaligus kukuh.

Musim ini misalnya Man City sudah melesakkan 53 gol dari 21 laga. Meski subur tak ada daftar nama pemain City dalam 10 pemain top skor sementara. Hal sama terjadi pada musim lalu.

Man Utd sebaliknya. Ronaldo jadi satu-satunya pemain yang paling moncer. Saat Ronaldo melempem, Man Utd ikutan masuk angin. Ketergantungan Man Utd pada satu dua sosok sangat dan makin kental.

Sebagai pemain dengan gelar individu terlengkap dan rekor paling mentereng, Ronaldo memang punya ego besar. Siapa pun pelatih dan klub yang dibela, ia harus menjadi poros.

Tak banyak pelatih yang bisa menundukkan ego Ronaldo. Ferguson kiranya dari yang sedikit itu. Namun Ferguson bisa berbuat banyak karena saat itu Ronaldo masih muda dan belum bertahta bintang.

Dan kini pelatih yang sedang dihadapi Ronaldo bukan pelatih kacangan. Meski tak punya prestasi mentereng, Rangnick bagi sejumlah orang adalah profesor sepak bola asal Jerman.

Julukan ‘The Godfather of Gegenpressing‘ sudah cukup menegaskan statusnya. Sama seperti Ronaldo yang berego besar, Rangnick pun punya ego sama besarnya. Ada dua matahari di Man Utd.

Saat terjadi perselisihan ego antara pemain dan pelatih, biasanya pemain yang menang. Apalagi jika melibatkan banyak pemain. Dan, Rangnick dalam sudut yang tidak ideal itu.

Apalagi posisinya hanya interim. Sementara. Jika Rangnick tak bisa membuktikan ideologinya mentereng untuk Manchester United saat melawan Aston Villa (11/1/2022), ia berpotensi ditendang. (*)

Sumber: Man Utd dan Beban Bernama Ronaldo

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top