Search

Ratusan Pegiat Oltrad Ramaikan Erau Adat Kutai

Para pegiat oltrad jenis penyumpit saat bertanding di Erau Adat 2025. (Berita Alternatif/M. As'ari)

BERITAALTERNATIF.COM – Gelaran Erau Adat Kutai tahun ini kembali semarak dengan kehadiran berbagai cabang olahraga tradisional (oltrad) yang dimainkan oleh ratusan pegiat dari berbagai daerah di Kaltim.

Sejumlah peserta juga datang dari Kalimantan Utara untuk meramaikan agenda tahunan tersebut.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kukar Lukman mengapresiasi pelaksanaan oltrad tahun ini.

“Ini merupakan event yang bersejarah bagi kita,” ucapnya kepada awak media, Senin (22/9/2025).

Ia menilai antusiasme besar pegiat tahun ini menunjukkan oltrad sudah semakin dikenal serta dicintai masyarakat.

“Artinya, memang olahraga tradisional ini sudah membumi di wilayah Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan,” tuturnya.

Dia mengungkapkan bahwa pelaksanaan oltrad saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam Erau kali ini, hanya ada empat cabang oltrad yang dipertandingkan, di antaranya gasing, ketapel, belogo, dan sumpit.

Padahal, lanjut Lukman, masih banyak jenis olahraga lain yang tak kalah penting untuk dikenalkan ke masyarakat.

“Misalkan ada engrang, asen naga, dan yang lain. Ini juga merupakan jenis olahraga tradisional yang memang perlu kita pahami dan sosialisasikan ke masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.

Meskipun demikian, dia menyadari keterbatasan jenis olahraga yang ditampilkan tak lepas dari efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Sebenarnya itu yang memang membuat teman-teman pegiat oltrad agak kecewa,” ujarnya.

Ia pun menekankan bahwa tak semua kegiatan olahraga yang melibatkan oltrad berasal dari anggaran pemerintah. “Apalagi pemerintah daerah tahun ini ada efisiensi,” sebutnya.

Lukman mengingatkan bahwa tanggung jawab pelestarian oltrad bukan hanya di pundak pemerintah.

Meski hanya sedikit oltrad yang bisa digelar, pihaknya tetap berusaha menjaga kualitas pertandingan.

“Kalau dulu kan gasing cuma satu. Sekarang ini ada yang karpet; ada yang berlogo kering. Jadi, jenisnya memang berkurang, tapi kategorinya diperbanyak,” terangnya.

Dia berharap pelaksanaan oltrad di Erau selanjutnya bisa lebih maksimal.

Menurutnya, dengan persiapan yang lebih matang, oltrad dalam Erau Kutai tak sekadar tontonan, tetapi juga mampu memberikan dampak besar bagi pelestarian budaya serta kemajuan oltrad di Indonesia.

“Kita berharap tahun-tahun yang akan datang kesiapan kita, terutama dari Kormi maupun Dinas Pemuda dan Olahraga, harus selalu melakukan sinergi dan koordinasi,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA