BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan Kukar Go sebagai platform digital yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen.
Peluncuran Kukar Go dilakukan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Arbizz Space, Tenggarong, Sabtu (3/10/2026) malam.
Aulia mengatakan Kukar Go dirancang seperti marketplace yang dapat memudahkan masyarakat menemukan dan membeli produk yang ditawarkan pelaku usaha di Kukar.
“Mempertemukan antara penjual dan pembeli, membuat mudah orang untuk mencari sesuatu, dan fixed price, sudah ada harga yang tertera di sana,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu keunggulan Kukar Go adalah pelaku usaha dapat memanfaatkannya tanpa dikenakan biaya.
“Uniknya marketplace kita ini, pertama kita tanpa biaya,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa Kukar Go saat ini masih memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana penghubung antara penjual dan pembeli.
Ke depan, lanjutnya, Pemkab Kukar berencana mengembangkan aplikasi khusus agar platform tersebut dapat digunakan secara lebih terintegrasi.
“Kita berharap ke depan kita bisa membangun ini, kita bisa sempurnakan hub yang kita punya, aplikasi sendiri,” terangnya.
Pemkab Kukar juga telah membahas pengembangan sistem pembayaran digital bersama Bankaltimtara. Sistem tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan Kukar Go.
“Semoga Bankaltimtara bisa bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan payment untuk Kukar Go ini sendiri,” ucapnya.
Ia berharap Kukar Go dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di seluruh wilayah Kukar sehingga produk mereka memiliki akses pasar yang lebih luas.
Aulia menyebut jumlah UMKM di Kukar saat ini sekitar 41 ribu. Dari jumlah tersebut, sekitar 23 ribu telah terverifikasi dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dia mendorong pelaku UMKM yang belum memiliki NIB agar segera mengurus legalitas usahanya.
Ia mengungkapkan, NIB akan memudahkan pelaku usaha memperoleh fasilitas sekaligus perlindungan.
Selain melalui digitalisasi pemasaran, Pemkab Kukar juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Program tersebut direncanakan memberikan akses kredit hingga Rp 500 juta tanpa bunga bagi pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan dan dinilai layak.
Aulia berharap berbagai program tersebut dapat berjalan beriringan sehingga UMKM di Kukar tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga memiliki pasar yang lebih luas.
“Cita-cita kita membuat UMKM kita naik kelas itu bisa terwujud dengan baik,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari











