BERITAALTERNATIF.COM – Pengamat pariwisata dan budaya dari Universitas Kutai Kartanegara Awang M. Rifani menyarankan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus dalam pengembangan objek wisata di Kukar.
Kata dia, pengelolaan pariwisata di Kukar berada di tangan Dinas Pariwisata (Dispar). Dinas tersebut memiliki kewenangan untuk melakukan promosi hingga pengembangan objek wisata.
Ia menyebut swasta dapat dilibatkan dalam pengelolaan objek wisata di Kukar. Namun, pemerintah perlu melakukan penghitungan dan pertimbangan secara detail sebelum melibatkan swasta.
Objek wisata yang telah dibangun pemerintah, kata Awang, harus dikelola secara berkelanjutan.
Selain itu, dia menegaskan bahwa pengelolaan objek wisata mesti mempertimbangkan kecenderungan wisatawan.
Menurutnya, setiap orang memiliki kecenderungan untuk mengunjungi objek wisata yang disukainya.
“Misalnya Kukar punya banyak objek wisata alternatif, maka akan lebih banyak orang yang datang,” katanya, Senin (5/5/2025).
Ia menyebut objek wisata yang bernuansa sejarah masih menarik perhatian para pengunjung yang mengunjungi Kukar.
Meski begitu, Awang menekankan, objek wisata sejarah memiliki kekurangan, salah satunya informasi terkait objek tersebut belum tersedia secara memadai.
“Orang kalau berkunjung ke wisata sejarah pasti bernostalgia; ingin melihat kehidupan di masa dulu,” jelasnya.
Dia menyarankan para pengelola objek wisata sejarah agar membuat keterangan yang detail terkait objek-objek wisata sejarah di Kukar.
Videotron, lanjutnya, merupakan inovasi baru di bidang teknologi yang menyediakan informasi terkait objek wisata. Masalahnya, penyediaan informasi lewat videotron memakan biaya besar.
“Peningkatan dan inovasi itu perlu biaya besar,” tutupnya. (*)
Penulis: Hanna
Editor: Ufqil Mubin












