Search

Pembangunan Tahap Kedua Terowongan Silaturahmi Istiqlal–Katedral Mulai Disiapkan

Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta dalam rangka pembahasan rencana pembangunan tahap kedua dan persiapan pembukaan untuk umum. (Kemenag.go.id)

BERITAALTERNATIF – Kementerian Agama mulai mengkaji rencana pembangunan tahap kedua Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kajian tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi sekaligus kunjungan lapangan yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan proyek serta kesiapan terowongan untuk difungsikan secara optimal bagi masyarakat luas.

Dalam rapat dan peninjauan tersebut, pembahasan difokuskan pada dua agenda utama, yakni kelanjutan pembangunan fisik berupa pembuatan relief atau diorama, serta rencana pembukaan Terowongan Silaturahmi untuk umum. Kedua hal ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan fungsi edukatif, spiritual, dan sosial dari terowongan sebagai simbol kerukunan antarumat beragama.

Menteri Agama menegaskan pentingnya menghadirkan elemen visual yang kuat di dalam terowongan. Menurutnya, relief atau diorama perlu dirancang secara matang agar mampu menyampaikan pesan toleransi, persaudaraan, dan sejarah kebersamaan antarumat beragama secara mendalam. Ia menilai pendekatan visual dan naratif akan membuat pesan tersebut lebih mudah dipahami dan dirasakan oleh pengunjung dari berbagai latar belakang.

Selain itu, Menteri Agama juga menekankan perlunya pembangunan pintu gerbang terowongan dengan konsep khusus yang menghadirkan kesan secret place. Desain ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai dua rumah ibadah besar yang memiliki nilai historis dan simbolis dalam perjalanan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dalam pengembangan kawasan pendukung, Menteri Agama mengusulkan pemanfaatan ruang di basement lantai tiga Masjid Istiqlal sebagai area suvenir. Area tersebut dapat dimanfaatkan untuk penjualan buku, pakaian, serta produk lainnya yang berkaitan dengan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Pendapatan dari area ini diharapkan dapat menopang operasional serta keberlanjutan pengelolaan Terowongan Silaturahmi ke depan.

Konsep pengembangan kawasan juga mencakup penataan wisata lampu artistik di area kanal sekitar terowongan. Penataan pencahayaan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana estetis yang mencerminkan dua entitas keagamaan berbeda yang menyatu dalam harmoni dan persaudaraan.

Lebih jauh, Menteri Agama menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas intelektual dan ruang dialog di kawasan terowongan. Ia menilai Terowongan Silaturahmi tidak hanya berfungsi sebagai penghubung fisik, tetapi juga sebagai ruang pendalaman makna batin melalui dialog, refleksi, dan interaksi lintas iman.

Sebagai bagian dari penguatan makna dan partisipasi publik, Menteri Agama juga mencanangkan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal–Katedral. Festival ini dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya dan spiritual yang menampilkan ciri khas masing-masing agama, sekaligus mendorong kebangkitan spiritual dan memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.

Dari pihak Gereja Katedral, Marie Elka Pangestu menyampaikan bahwa dukungan donatur yang terlibat pada tahap pertama pembangunan masih tetap kuat dan siap mendukung kelanjutan proyek tahap kedua. Ia juga menyampaikan bahwa desain relief telah disiapkan dan saat ini memasuki tahap penyempurnaan.

Marie turut mengusulkan pengayaan konten edukatif di dalam terowongan melalui visualisasi sejarah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Menurutnya, penambahan video, foto, serta instalasi interaktif bertema toleransi dapat memperkuat fungsi Terowongan Silaturahmi sebagai ruang edukasi publik.

Melalui rapat dan kunjungan lapangan tersebut, Kementerian Agama menilai pembangunan Terowongan Silaturahmi telah mendekati tahap akhir. Pemerintah berharap pembangunan tahap kedua dapat diselesaikan secara optimal sehingga Terowongan Silaturahmi dapat segera dibuka untuk umum dan berfungsi sebagai salah satu ikon kerukunan umat beragama di Indonesia. (*)

Sumber: Kemenag.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA