Search

Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kuliah umum pada Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga di Surabaya, Senin (10/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Menkeu memaparkan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor swasta. (Kemenkeu.go.id)

BERITAALTERNATIF – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kuliah umum pada peringatan Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga, Senin (10/11). Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menekankan pentingnya inovasi kebijakan ekonomi dan keseimbangan antara kebijakan fiskal, moneter, serta peran sektor swasta dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Menkeu memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “Sumitronomics”, sebuah filosofi ekonomi yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional yang dinamis. Ketiga pilar ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membawa Indonesia menuju lompatan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

“Filosofi Sumitronomics berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga merata dan mampu menjaga stabilitas nasional. Dengan strategi yang tepat dan implementasi kebijakan yang konsisten, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 hingga 8 persen,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa kunci percepatan ekonomi terletak pada sinergi tiga mesin utama pembangunan, yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor swasta. Menurutnya, ketiga mesin ini harus bergerak seimbang agar mampu menghasilkan efek pengganda yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat jika tiga mesin ini berjalan bersamaan—kebijakan fiskal yang produktif, kebijakan moneter yang adaptif, dan sektor swasta yang berkembang pesat,” jelas Purbaya di hadapan civitas akademika Universitas Airlangga.

Menkeu juga menyoroti peran penting konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kontribusi hampir 90 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), permintaan dalam negeri menjadi faktor penentu ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Jadi, walaupun kondisi global sedang tidak menentu, kalau permintaan domestik yang menyumbang sekitar 80 hingga 90 persen dari PDB bisa terus dijaga, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu menekankan bahwa penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu syarat utama untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia. Ia mengajak para mahasiswa untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa, terutama dalam menghadapi era transformasi digital dan transisi energi global.

“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton. Ilmu yang kalian pelajari di kampus harus bisa diterapkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara,” pesan Menkeu.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Airlangga, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pemerintahan dan sektor swasta. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga yang mengusung tema inovasi, kolaborasi, dan kontribusi untuk Indonesia maju.

Menkeu Purbaya menutup paparannya dengan optimisme bahwa dengan fondasi ekonomi yang kuat dan kerja sama lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan dalam dekade mendatang. (*)

Sumber: Kemenkeu.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA