Oleh: Adinda Ramadani*
Kesibukan sebagai mahasiswa sering kali membuat waktu untuk berinteraksi dengan sesama menjadi semakin terbatas. Perkuliahan, tugas, kegiatan organisasi, hingga berbagai aktivitas pribadi membuat mahasiswa lebih banyak menjalani rutinitas masing-masing. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat membuat hubungan antarmahasiswa menjadi kurang dekat. Padahal, kehidupan di lingkungan kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa dapat membangun hubungan yang baik, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan yang nyaman.
Dalam kondisi seperti ini, kegiatan bersama dapat menjadi salah satu cara untuk kembali mempererat hubungan antarmahasiswa. Tidak harus selalu dalam bentuk kegiatan akademik, kebersamaan juga dapat dibangun melalui kegiatan yang lebih santai dan menyenangkan, salah satunya olahraga. Olahraga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertemu, berinteraksi, dan melakukan aktivitas bersama di luar suasana perkuliahan. Melalui pertandingan, mahasiswa dapat mengenal satu sama lain dengan cara yang berbeda dan membangun hubungan yang mungkin sebelumnya belum terbentuk.
Olahraga pada dasarnya bukan hanya kegiatan untuk menjaga kesehatan tubuh. Di dalamnya terdapat berbagai nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah sportivitas. Ketika mengikuti pertandingan, seseorang tidak hanya dituntut untuk berusaha memenangkan permainan, tetapi juga harus mampu menghargai aturan, lawan, dan hasil pertandingan. Menang maupun kalah merupakan bagian dari proses yang harus diterima dengan sikap yang baik.
Sportivitas mengajarkan mahasiswa untuk tidak menghalalkan segala cara demi mendapatkan kemenangan. Seorang pemain harus mampu mengikuti aturan permainan, menerima keputusan wasit, dan tetap menghargai lawan meskipun sedang berada dalam persaingan. Sikap tersebut sebenarnya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan mahasiswa. Dalam lingkungan akademik maupun organisasi, mahasiswa juga akan menghadapi perbedaan pendapat, persaingan, dan berbagai situasi yang membutuhkan sikap saling menghargai.
Selain sportivitas, olahraga juga mengajarkan pentingnya kerja sama. Dalam sebuah pertandingan, terutama pertandingan yang dilakukan secara berpasangan atau beregu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu. Setiap anggota harus memahami perannya, berkomunikasi dengan baik, dan saling memberikan dukungan. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, strategi yang telah disusun dapat menjadi kurang efektif. Hal sederhana tersebut menunjukkan bahwa sebuah tujuan akan lebih mudah dicapai ketika setiap orang mampu bekerja sama.

Nilai kerja sama tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa karena kehidupan kampus mempertemukan banyak orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan kelas, angkatan, pengalaman, maupun cara berpikir merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk membangun jarak. Justru dari perbedaan tersebut mahasiswa dapat belajar untuk memahami orang lain dan menemukan cara untuk bekerja bersama.
Salah satu kegiatan yang dapat menjadi wadah untuk membangun hal tersebut adalah “Pekan Olahraga Mahasiswa Akuntansi” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang, pada hari Minggu, 20 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa Akuntansi untuk bertemu dan berpartisipasi dalam suasana yang berbeda dari kegiatan perkuliahan. Dengan mengangkat tema “Rangkai Kolaborasi dan Wujudkan Aksi Solid di Arena Pertandingan”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya kolaborasi dan solidaritas.
Turnamen bulu tangkis yang menjadi bagian dari kegiatan POMA mempertemukan mahasiswa dalam sebuah pertandingan yang penuh semangat. Pertandingan yang berlangsung di dua lapangan, mulai dari babak 16 besar hingga final, memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman bersama. Bagi peserta, pertandingan tentu menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang telah dimiliki. Persiapan sebelum pertandingan, menjaga kondisi tubuh, menyusun strategi, hingga menghadapi lawan merupakan bagian dari proses yang tidak selalu mudah.
POMA juga dapat menjadi sarana untuk mengenal satu sama lain antarmahasiswa yang sebelumnya hanya mengenal teman dari kelas atau kelompoknya sendiri dapat bertemu dengan mahasiswa dari kelas maupun angkatan lain. Mereka dapat saling berkenalan dan membangun hubungan baru melalui kegiatan yang sama. Hal tersebut dapat menciptakan lingkungan mahasiswa yang lebih terbuka dan tidak terlalu terbatas pada kelompok masing-masing.
Pengalaman dalam kegiatan olahraga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik atau pengetahuan di bidang tertentu. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, menghargai perbedaan, menyelesaikan masalah, dan menghadapi tekanan juga menjadi hal yang penting. Nilai-nilai tersebut dapat mulai dilatih melalui berbagai pengalaman selama menjadi mahasiswa, termasuk melalui kegiatan olahraga.
Bagi mahasiswa Akuntansi, kegiatan seperti POMA juga menjadi pengingat bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya tentang angka, laporan keuangan, atau tugas perkuliahan. Ada sisi lain dari kehidupan mahasiswa yang juga perlu diperhatikan, yaitu membangun relasi dan kemampuan untuk bekerja bersama orang lain. Kemampuan tersebut dapat mendukung mahasiswa ketika memasuki dunia profesional yang membutuhkan kerja sama dalam berbagai situasi.
Pada akhirnya, pertandingan olahraga hanyalah salah satu media untuk membangun kebersamaan. Hal yang lebih penting adalah nilai yang dapat dibawa setelah kegiatan tersebut selesai. Sportivitas diharapkan tidak berhenti ketika pertandingan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun hubungan sehari-hari. Begitu pula dengan solidaritas dan kolaborasi yang seharusnya tidak hanya muncul ketika mahasiswa berada dalam satu kegiatan, tetapi dapat terus terjaga setelahnya.
POMA menunjukkan bahwa sebuah kegiatan sederhana dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika dijalankan dengan semangat kebersamaan. Dari sebuah pertandingan, mahasiswa dapat belajar tentang kemenangan dan kekalahan, dari sebuah tim dapat belajar tentang kerja sama, dan dari pertemuan dengan mahasiswa lain dapat tumbuh hubungan yang lebih dekat. Karena itu, kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi, berkompetisi secara sehat, dan bekerja sama perlu terus didukung.
Kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat untuk membangun karakter dan hubungan dengan orang lain. Melalui sportivitas, solidaritas, dan kolaborasi, mahasiswa Akuntansi dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan harmonis. Semangat yang tumbuh di arena pertandingan diharapkan tidak berhenti ketika pertandingan selesai, tetapi dapat terus dibawa ke ruang kelas, organisasi, dan kehidupan mahasiswa sehari-hari. (*Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang)











