BERITAALTERNATIF.COM – Yayasan Maemuna Center Indonesia (Mae-C) menjalin kerja sama strategis dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dalam upaya pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di wilayah Gaza, Palestina. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis, 12 Juni 2025, dalam rangkaian acara seminar dan pameran bertema “Semangat Gaza untuk Bela Masjid Al-Aqsa” yang berlangsung di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Ketua Mae-C, Onny Firyanti Hamidi, menjelaskan bahwa ISTN akan berperan aktif dalam menyediakan tenaga ahli teknik, termasuk insinyur sipil dan drafter, guna mendukung aspek teknis konstruksi rumah sakit tersebut. Para profesional dari ISTN diketahui telah memiliki pengalaman dalam menangani proyek kemanusiaan di wilayah Gaza, menjadikan kerja sama ini relevan dan strategis.
Onny menyampaikan bahwa pendataan teknisi yang akan dilibatkan masih berlangsung, namun antusiasme berbagai pihak untuk berpartisipasi sudah cukup tinggi. Hingga kini, sebanyak 10 institusi telah menandatangani MoU untuk mendukung pembangunan RSIA tersebut, di antaranya BAZNAS, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh, dan Bank Mega Syariah.
Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp402 miliar. Untuk tahap awal, Mae-C menargetkan penggalangan dana sebesar Rp201 miliar. Rumah sakit ini akan dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi di Gaza Utara, tepatnya di seberang Rumah Sakit Indonesia yang telah beroperasi dan tidak jauh dari Rumah Sakit Noura Al-Kalbi. Lokasi ini dipilih berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Gaza, menggantikan rencana awal pembangunan yang semula berlokasi di Gaza City.
RSIA tersebut dirancang memiliki empat lantai termasuk rubanah (basement), dengan fasilitas kesehatan yang difokuskan pada pelayanan ibu dan anak. Pembangunan rumah sakit ini merupakan upaya konkret untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Gaza, khususnya perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam situasi konflik berkepanjangan.
Mae-C adalah bagian dari Aqsa Working Group (AWG), sebuah organisasi kemanusiaan yang memfokuskan kiprahnya pada perjuangan rakyat Palestina dan perlindungan Masjid Al-Aqsa. Mae-C sendiri memiliki perhatian utama terhadap isu perempuan dan anak-anak, dan berkomitmen untuk menyediakan solusi jangka panjang melalui penyediaan layanan kesehatan yang memadai dan berkelanjutan di wilayah konflik.
Melalui kerja sama ini, Mae-C dan ISTN berharap dapat mewujudkan RSIA Indonesia sebagai simbol solidaritas kemanusiaan dan kontribusi nyata bangsa Indonesia bagi rakyat Palestina. Proyek ini juga diharapkan mendorong partisipasi lebih luas dari masyarakat Indonesia untuk mendukung pembangunan fasilitas vital di Gaza dalam semangat kemanusiaan dan persaudaraan global. (*)
Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori











