BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI) Ustadz Zahir Yahya menegaskan pentingnya Musyawarah Wilayah (Muswil) sebagai momen strategis untuk memperkuat kiprah organisasi.
Dia memandang kegiatan ini tak hanya agenda rutin lima tahunan, melainkan langkah awal untuk mempercepat pencapaian visi besar yang digagas ABI.
Menurutnya, Muswil harus dimanfaatkan untuk menata ulang instrumen organisasi serta mempertegas kembali arah, haluan, dan visi-misi yang telah digariskan oleh para pendiri organisasi yang menaungi komunitas Syiah tersebut.
Visi tersebut dinilainya sebagai cermin dari keyakinan mendalam yang perlu ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar wacana atau hiasan dalam dokumen formal organisasi.
Visi ABI, yang berfokus pada pembentukan komunitas yang baik dan bahagia agar mampu berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara disebutnya sebagai warisan penting yang lahir dari keyakinan dan kesadaran spiritual yang kuat.
Oleh karena itu, visi tersebut tidak boleh hanya menjadi rangkaian kata indah, melainkan harus diwujudkan dalam program kerja yang konkret sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa program-program kerja tersebut perlu dituangkan dalam dokumen resmi organisasi, baik dalam bentuk rencana kerja jangka lima tahunan di tingkat wilayah maupun dalam rincian kegiatan tahunan seperti RKAT. Semua itu bertujuan agar visi dapat dijalankan secara sistematis dan terukur.
“Visi tidak boleh tetap menjadi rangkaian kosa kata yang indah. Visi tidak boleh tetap ada di level keinginan. Visi harus bisa dibumikan. Visi harus bisa dibumikan dalam bentuk program kerja yang terjadwal,” terangnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Muswil DPW ABI Kaltim di Gedung Guru Kaltim pada Jumat (30/5/2025).
Dia juga mengingatkan bahwa usaha mewujudkan visi besar organisasi tidaklah mudah. Umat Islam, baik di tingkat nasional maupun global, tengah menghadapi berbagai tantangan serius: keterbatasan sumber daya hingga tekanan dari pihak-pihak yang memusuhi kemanusiaan.
Situasi ini semakin memperkuat keyakinan bagi ABI untuk tampil sebagai organisasi yang mampu memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ia berharap momentum Muswil ke-4 DPW ABI Kaltim menjadi titik awal dalam upaya mempercepat pelaksanaan visi organisasi sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi internal demi menjawab tantangan zaman secara kolektif dan berkelanjutan.
Meski tantangan umat Islam semakin berat, Ustadz Zahir mengingatkan pengurus dan anggota ABI agar semangat berkeyakinan menjadi bahan bakar utama memperkuat perjuangan ABI dalam berkontribusi untuk umat, bangsa, dan negara.
Posisi apa pun yang diemban anggota ABI, lanjutnya, tak boleh menjadikannya berkecil hati. Pasalnya, Allah SWT menilai setiap pribadi berdasarkan amal perbuatannya. “Tentu sesuai kapasitas. Sesuai kemampuan yang kita miliki,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











