BERITAALTERNATIF.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudlatul Athfal (RA) untuk Triwulan III dan IV Tahun Anggaran 2025 siap dicairkan pekan ini.
Total anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp 4,01 triliun, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat mutu pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang berlandaskan amanah UUD 1945.
Menurutnya, pendidikan bermutu adalah kunci mencetak generasi unggul yang berdaya saing global dan berkarakter kuat.
“Sesuai arahan Presiden, kita perlu mewujudkan pendidikan bermutu untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. Salah satunya melalui dukungan operasional bagi lembaga pendidikan agama dan keagamaan,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dia menambahkan, penyaluran BOS dan BOP ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar di madrasah dan RA di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, mulai pekan ini anggaran lebih dari Rp 4 triliun bisa dicairkan untuk RA dan madrasah. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memperkuat pendidikan keagamaan yang berkualitas,” tegasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan, total dana BOP RA mencapai Rp 204 miliar, sementara BOS Madrasah mencapai Rp 3,809 triliun. Dana tersebut akan disalurkan melalui bank penyalur kepada 81.000 lembaga penerima yang telah lolos proses verifikasi dan validasi dokumen.
“Anggaran BOS dan BOP sebesar Rp 4,01 triliun sudah dalam tahap pencairan untuk segera disalurkan kepada lembaga yang memenuhi kriteria,” terangnya.
Guru Besar UIN Palembang itu juga menegaskan bahwa penyaluran dana ini adalah bagian dari komitmen kuat Kemenag dalam menjamin kelangsungan layanan pendidikan yang berkualitas, terutama untuk semester kedua tahun ajaran 2025.
Ia mengingatkan agar seluruh jajaran Kemenag, baik di pusat maupun daerah, mengawal proses ini secara akuntabel dan transparan.
“Dana ini harus digunakan tepat sasaran dan dilaporkan secara tertib oleh pihak madrasah. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Nyayu Khodijah menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan ketat untuk memastikan penyaluran dana berjalan sesuai prosedur.
“Setiap lembaga penerima wajib menuntaskan laporan pertanggungjawaban penyaluran Triwulan II sebelum dapat mencairkan dana Triwulan III dan IV,” jelasnya.
Menurut Nyayu, tahapan verifikasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyaluran yang tidak tepat sasaran. Lembaga dengan dokumen lengkap akan segera menerima dana melalui bank penyalur.
“Kami mengimbau kepala RA dan madrasah agar memastikan pengajuan di aplikasi eRKAM V2 (untuk BOS) dan Portal BOS Kemenag (untuk BOP) sudah valid dan siap salur,” tegasnya.
Dana BOS dan BOP diharapkan digunakan secara disiplin, transparan, dan akuntabel sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM). Dengan pencairan ini, Kemenag berharap proses pembelajaran di madrasah dan RA berjalan lancar hingga akhir tahun serta mampu menjaga mutu pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia.
“Bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, tapi investasi negara untuk masa depan generasi Islam Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan kompetitif,” tutup Nasaruddin. (*)
Sumber: Kemenag.go.id
Editor: Ufqil Mubin












