BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Azerbaijan atas dukungannya dalam proses evakuasi 96 Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu akibat eskalasi konflik dengan Israel. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, kepada Menlu Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-51 yang digelar di Istanbul, Turki, pada 21–22 Juni 2025.
Dalam siaran pers yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI dari Jakarta pada Senin (23/6), disebutkan bahwa evakuasi tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi keselamatan WNI di tengah meningkatnya ancaman keamanan regional. Azerbaijan, yang memiliki kedekatan geografis dan hubungan diplomatik baik dengan negara-negara di kawasan tersebut, memberikan bantuan yang signifikan dalam kelancaran proses pemulangan para WNI ke tanah air.
Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov, dalam pertemuan tersebut, juga menyampaikan kekhawatiran negaranya atas eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, yang dinilai dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan. Ia menegaskan bahwa Azerbaijan memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian dan keamanan, sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Bayramov turut mengapresiasi hubungan erat yang terjalin antara Azerbaijan dan Indonesia, terutama sebagai sesama anggota OKI dan Gerakan Non-Blok (GNB). Azerbaijan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia terhadap pencalonan Azerbaijan sebagai anggota kelompok kerja sama ekonomi D-8 pada tahun 2024, yang menjadi langkah penting dalam memperluas kolaborasi internasional Azerbaijan di sektor ekonomi.
Dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral ke depan, kedua menteri luar negeri sepakat untuk menggali potensi-potensi strategis yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam sektor energi, transportasi, pariwisata, hubungan antar-masyarakat (people-to-people contacts), serta peningkatan konektivitas. Komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang kokoh dalam membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Pertemuan ini mencerminkan kedekatan hubungan diplomatik Indonesia dan Azerbaijan yang terus berkembang positif, sekaligus menunjukkan kesiapan kedua negara untuk bersama-sama menghadapi tantangan global melalui pendekatan damai, kerja sama multilateral, dan solidaritas sesama negara berkembang. (*)
Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori











