BERITAALTERNATIF.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempersiapkan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 yang akan diselenggarakan di Gedung Guru Provinsi Kaltim pada 30 Mei 2025 .
Ketua panitia Muswil ABI Kaltim Ustadz Ali Chairid menjelaskan bahwa persiapan kegiatan sudah hampir rampung.
Dia menyebut persiapan kegiatan ini telah mencapai 80 persen. Panitia akan segera menyebarkan undangan dan menunggu pelaksanaan kegiatan.
Beberapa hal penting seperti surat izin dan penetapan lokasi sudah dipersiapkan oleh panitia.
“Insyaallah tinggal aktualisasi di lapangan saja. Lokasi dan tanggal sudah ditetapkan. Tinggal kita laksanakan sesuai rencana,” ucapnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (20/5/2025).
Muswil tahun ini mengangkat tema penguatan peran organisasi masyarakat Islam dalam pembinaan umat.
Kegiatan tersebut akan dimulai pukul 14.00 Wita, yang diselenggarakan setelah salat Jumat.
Ketua Umum DPP ABI Ustadz Zahir Yahya dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Panitia, sebut dia, juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan yayasan Ahlulbait di Kaltim untuk ikut meramaikan Muswil DPW ABI Kaltim.
Undangan juga akan dikirimkan kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Kesbangpol Kaltim serta perwakilan berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Beberapa tokoh ABI juga telah diundang untuk menghadiri kegiatan ini.
Untuk urusan kandidat, Ustadz Ali mengaku belum menerima nama yang mendaftarkan diri. Hal ini karena peserta masih disusun oleh panitia.
Ia memperkirakan nama-nama calon ketua DPW ABI Kaltim akan mulai bermunculan setelah peserta Muswil diumumkan panitia.
Ustadz Ali berharap hasil Muswil ABI Kaltim tahun ini bisa memperkuat kerja-kerja organisasi.
Dia menginginkan ABI lebih aktif dalam membina umat, mempererat hubungan persaudaraan, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, saat ini masih banyak orang yang memiliki pandangan negatif terhadap ormas, khususnya ormas Islam yang kerap dikaitkan dengan kepentingan politik.
“Banyak yang menilai ormas Islam itu hanya ngumpulin massa buat urusan politik. Kita ingin mengubah pandangan itu,” katanya.
Ia mengharapkan ABI dapat menunjukkan bahwa ormas Islam juga bisa aktif dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi umat.
“ABI ingin fokus pada pembinaan dan penguatan karakter umat,” jelasnya.
Ustadz Ali menegaskan, organisasi akan kehilangan arah bila tidak disertai kurikulum dan metode pembinaan yang jelas.
“Karena organisasi tanpa pembinaan ini kan nanti akan tidak sesuai dengan visi misi dari organisasi ormas itu sendiri,” ucapnya.
Karena itu, kata dia, ABI mendorong anggotanya mencerminkan nilai-nilai Ahlulbait, baik dalam sikap maupun kegiatan sehari-hari.
“Apalagi ormas Islam kita ini membawa nama Ahlulbait. Ya otomatis umat-umat kita ini harus mencerminkan karakter-karakternya Ahlulbait,” imbuhnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











