Search

Dialog Disebut Jadi Kunci Bangun Harmonisasi Umat Beragama di Sumatera

Penggiat literasi sekaligus pengelola Komering Ilir Ngaji, Nazwar. (Nazwar ke Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Wacana membangun hubungan harmonis antarumat beragama di Sumatera kembali menjadi sorotan publik.

Penggiat literasi sekaligus pengelola Komering Ilir Ngaji, Nazwar, menilai bahwa kunci menyelesaikan persoalan antaragama terletak pada kedewasaan berpikir dan penerapan local wisdom atau kearifan lokal.

Menurutnya, kecenderungan sebagian masyarakat untuk merespons persoalan lintas agama dengan sumpah serapah dan emosi justru menjadi penghambat dialog yang sehat. Padahal, ruang musyawarah terbuka lebar sebagai sarana mencari kebenaran dan solusi.

“Dialog terbukti masih menjadi pilihan langkah untuk menyelesaikan persoalan,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima media ini pada Senin (4/8/2025).

Dia mencontohkan penolakan pembangunan rumah ibadah di Kalimantan yang dapat diselesaikan secara damai melalui dialog hingga mendapat pengawalan pemerintah.

Namun, kondisi di Sumatera, khususnya di wilayah barat, kerap mendapat sorotan tajam secara nasional. Isu intoleransi dan justifikasi sepihak seringkali menghantam citra daerah yang selama ini dikenal sebagai teladan dalam mengelola keragaman.

Nazwar menegaskan, tidak jarang peristiwa yang dicap intoleran justru berawal dari provokasi yang luput dari perhatian publik.

Dia mengapresiasi sikap masyarakat yang mampu meredam potensi konflik dengan mengedepankan observasi dan investigasi melalui peran ormas serta ulama setempat, tanpa adanya tindakan main hakim sendiri.

Ia menyebut kedewasaan berpikir mutlak dibutuhkan untuk membangun diskursus relasi antarumat beragama. “Jangan sampai terpengaruh oleh provokasi negatif atau egoisme semata,” tegasnya.

Nazwar menilai kearifan lokal masyarakat Minangkabau, yang mengedepankan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan, dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia mendorong pendekatan budaya, sosial, dan diplomasi untuk meredam gejolak serta menjaga perdamaian.

“Seperti halnya di Jawa, pendekatan yang mengedepankan local wisdom adalah jalan terbaik untuk mempertahankan harmoni antarumat,” pungkasnya. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA