BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menilai langkah-langkah politik yang diambil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ini merupakan bagian dari strategi serius untuk masuk ke gelanggang politik nasional.
Meski masih tergolong baru menjabat, Dedi telah menunjukkan manuver politik yang kuat dan penuh perhitungan.
Menurut dia, karakter Dedi yang dikenal aktif, adalah bentuk orisinalitas politik yang jarang dimiliki tokoh lain.
“Itu menunjukkan keberanian dan karakter yang khas dari Dedi Mulyadi,” ujar Mardiansyah sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Senin (26/5/2025).
Ia menjelaskan, latar belakang Dedi sebagai aktivis HMI dan politisi yang telah berpengalaman sejak menjadi Bupati Purwakarta memberikan bekal kuat baginya untuk membentuk citra dan pengaruh.
Kini, menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi dinilai tidak menyia-nyiakan panggung kekuasaan tersebut untuk mengukuhkan diri sebagai tokoh politik nasional.
“Yang harus dilihat adalah bagaimana Dedi Mulyadi berhasil memaksimalkan perannya secara politik, dan dia melakukannya dengan cukup fenomenal,” jelasnya.
Menurut Mardiansyah, Dedi juga cermat dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi publik. Dengan menggandeng tim kreatif dan menjadikan kanal YouTube sebagai sarana visualisasi program, Dedi dianggap lebih efisien dalam menyampaikan gagasannya ketimbang hanya mengandalkan anggaran besar untuk sosialisasi.
Langkah itu membuatnya dikenal oleh orang-orang dari Sumatera Barat, Sulawesi, Kalimantan, dan provinsi-provinsi lain di Indonesia.
“Artinya, dia sudah tidak hanya menjadi tokoh lokal, tapi pelan-pelan naik menjadi figur yang diperhitungkan di tingkat nasional. Sama seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, atau Ridwan Kamil,” tambahnya.
Terkait kemungkinan Dedi maju dalam Pilpres 2029, Mardiansyah menyebut bahwa hal tersebut belum tentu menjadi target utamanya.
“Bisa jadi dia belum berpikir ke 2029. Bisa jadi targetnya 2034 atau bahkan hanya ingin menunjukkan bahwa dia layak masuk dalam jajaran tokoh nasional. Tapi yang jelas, dia sedang membangun positioning politik dengan cukup matang,” tuturnya.
Mardiansyah menegaskan bahwa publik Indonesia dari masa ke masa memang selalu tertarik dengan tokoh yang fenomenal. Dalam konteks itu, Dedi dinilai telah memainkan peran tersebut dengan cukup berhasil.
“Dulu Jokowi juga muncul dari gaya kepemimpinan yang sederhana, membumi, dan punya citra ‘dosa publik’-nya rendah. Sekarang Dedi Mulyadi seperti mengikuti jejak yang sama, dengan caranya sendiri,” pungkasnya. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin











