Karya: R. Hikmat Danaatmaja, S.Pd, M.Ud*
Terdengar kabar dari para guru, akan kedatangan nabi akhir zaman – ismuhu Ahmad
Berbondong bondong mereka mendatangi tempat gersang tempat janji itu – ismuhaa Madinah
Mereka mendatanginya penuh harap dan rindu
Mereka mengetahui Sang Ahmad bagai ibu mengenal anaknya.
Tapi, tatkala yang dijanjikan itu datang, mereka enggan mengakuinya.
Dia bukan golongan-ku !
Dia bukan suku-ku !
Dia bukan bangsa-ku !
Lalu mereka membuat makar
Dibuatnya benteng besar nan kokoh – ismuha benteng khaibar
Perang pun pecah antar mereka dengan pengikut Sang Nabi Akhir Zaman .
Benteng kokoh nan besar itu pun dibanting Sang Pintu Gerbang Ilmu Nabi.
Tertunduklah mereka dengan menyimpan dendam.
Mereka dipenjara oleh Perjanjian Madinah.
Mereka berbuat ulah, perang untuknya !
Mereka berdamai, kedamaian untuknya !
Hai, itu mereka !
Hai, itu bukan kami !
Kami adalah kaum taat setia !
Pedoman kami kembali kepada Al Qur’an dan Hadits !
Hai !
Lalu, mengapa kalian masih terus bermusuhan, padahal Tuhan kalian memerintahkan untuk berpegang teguh pada tali Allah – Al.Qur’an ?
Padahal,Tuhan kalian melarang kalian bercerai berai !
Padahal Nabi kalian bilang, kaum kalian bagai tubuh yang satu !
Padahal Nabi kalian bilang, satu bagian tubuh sakit maka sakitlah seluruh tubuh !
Padahal Nabi kalian bilang, kaum kalian adalah kaum bersaudara !
Hai kalian !
Lupakah kalian pada kata kata Tuhan kalian – Kaburo maqtan ‘indallah an taquuluu ma la taf’aluun. Sungguh murka dari sisi Allah jika kalian mengatakan apa apa yang kalian tidak kerjakan ?
Lalu ………………….
Tertunduklah !!!!!!
Bandung, 15 Oktober 2025)
*) Pengamat Timur Tengah












