BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) segera meluncurkan program Kredit Kukar Idaman Terbaik dengan plafon hingga Rp 500 juta tanpa bunga bagi masyarakat yang memenuhi mekanisme dan persyaratan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, bunga kredit tersebut akan ditanggung pemerintah daerah melalui skema subsidi. Karena menggunakan anggaran daerah, penyalurannya akan dilakukan secara selektif.
“Bunganya ditutupi oleh pemerintah daerah melalui proses subsidi. Artinya kita juga pengen selektif dalam memberikan kredit ini,” kata Aulia kepada awak media di Pendopo Odah Etam pada Rabu (1/10/2026) malam.
Menurutnya, subsidi bunga tersebut menggunakan uang rakyat sehingga pemerintah harus memastikan kredit diberikan kepada penerima yang tepat. Pemkab Kukar juga tidak ingin program tersebut justru berujung pada kredit macet.
“Kalau seandainya kredit ini landing pada orang yang salah, maka akan terjadi kredit macet. Kalau kredit macet, masalahnya sangat besar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Kredit Kukar Idaman Terbaik merupakan kelanjutan dari program Kredit Kukar Idaman. Mekanisme penyalurannya akan diumumkan setelah program tersebut diluncurkan.
Ia menyebut kredit tersebut menyasar sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Namun, penerima tidak serta-merta mendapatkan plafon besar tanpa melihat kesiapan usaha.
“UMKM pun misalnya, enggak mungkinlah misalnya UMKM-nya baru berdiri satu bulan langsung kita bisa kasih kredit besar,” katanya.
Khusus nelayan, ujar Aulia, Pemkab Kukar juga akan memastikan penerima merupakan nelayan yang benar-benar menjalankan usaha tersebut. Salah satunya melalui persyaratan masuk dalam Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan.
“Kalau misalnya kita memberikan kredit ke nelayan, benar-benar nelayan yang mendapatkan kredit ini,” ujarnya.
Dia menegaskan, kredit tersebut ditujukan untuk kegiatan produktif dan pengembangan usaha, bukan kebutuhan konsumtif.
Ia mencontohkan, kredit untuk petani semestinya digunakan membeli bibit dan pupuk. Jika dana tersebut justru digunakan untuk membeli telepon seluler atau membayar uang muka sepeda motor, risiko kredit bermasalah akan semakin besar.
“Kita mau memastikan benar-benar kreditnya ini lending dan memang tujuan kredit ini kan untuk scale up, teman-teman UMKM, teman-teman petani, peternak, nelayan yang sudah menggeluti usahanya selama ini,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











